Momen Haru Orangtua Gantikan Wisuda Anaknya yang Meninggal di UMK

- Jurnalis

Selasa, 22 Oktober 2024 - 17:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Momen haru saat orangtua wakili wisuda anaknya yang meninggal dunia di UMK. (Foto:JP)

Momen haru saat orangtua wakili wisuda anaknya yang meninggal dunia di UMK. (Foto:JP)

Jurnalpantura.id, Kudus – Suasana haru dan isak tangis mewarnai prosesi Wisuda Periode ke-73 Universitas Muria Kudus (UMK) yang berlangsung di Gedung Auditorium pada Selasa, 22/10/2024.

Momen tersebut semakin mendalam ketika nama Rico Firmansyah disebut dalam daftar wisudawan, yang telah meninggal dunia pada 19 Oktober 2024.

Kegembiraan berubah menjadi kesedihan saat orangtua Rico mewakili untuk menerima ijazah kelulusan.

Ketika ayah dan ibu Rico melangkah ke panggung Sidang Senat Terbuka Wisuda, seribuan wisudawan langsung menggenggam mawar putih sebagai tanda bela sungkawa.

Air mata pun mulai menetes ketika sang ibu, dengan bingkai foto anaknya di tangan, tak mampu menahan kesedihan dan terlihat menyeka air mata dengan tisu.

Rektor UMK, Prof. Darsono, memberikan ucapan selamat dan belasungkawa kepada orang tua mendiang Rico, menekankan bahwa ia adalah mahasiswa berkepribadian baik dan aktif dalam organisasi kemahasiswaan, khususnya di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMK.

“Wisuda kali ini sangat istimewa dalam konteks humanitas. Tadi juga kita lakukan doa bersama dan diakhiri dengan Al-Fatihah untuk mendiang Rico Firmansyah,” tambahnya.

Baca Juga :  SMP 1 Mejobo Kudus Raih Penghargaan Adiwiyata Nasional dari Kementerian LHK

Prof. Darsono kemudian menceritakan tentang kondisi kesehatan mendiang sebelum meninggal.

Menurutnya, Rico sempat mengikuti wisuda fakultas yang berlangsung beberapa hari sebelum prosesi wisuda universitas. Saat itu, ia mengeluh sakit kepala dan diantar pulang ke kosnya.

Setibanya di kos, Rico diberikan obat penghilang rasa sakit, namun keadaan justru memburuk. Ia mengalami muntah dan kejang, sehingga harus dibawa ke RSUD Kudus. Sayangnya, usaha tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.

Lebih lanjut, diketahui bahwa Rico sempat mengalami kecelakaan jatuh di kamar mandi tiga bulan sebelum kejadian tragis tersebut.

Kondisi sepi di sekitar kos membuatnya tidak mendapatkan pertolongan pertama, hingga ia kembali sadar dengan sendirinya.

Setelah dua bulan pasca kejadian tersebut, Rico baru menceritakan insiden itu kepada orangtuanya, meski ia enggan untuk memeriksakan kondisi kesehatan karena merasa baik-baik saja.

Kejadian ini menggugah keprihatinan semua yang hadir, menjadikan wisuda tahun ini tak terlupakan bagi keluarga, teman, dan seluruh civitas akademika UMK. (J05/A01)

Berita Terkait

Jelang Akhir Tahun, Rehab 47 Sekolah Rusak di Kudus Mulai Dikerjakan
148 Sekolah di Kudus Masih Dipimpin Plt, Pemkab Targetkan Tuntas Akhir Tahun
Atap Ruang Guru SMPN 2 Bae Kudus Rusak, Video Kepala Sekolah Viral di Medsos
Inspektorat Catat Masalah K3 hingga Pengelolaan Keuangan pada Program Revitalisasi Sekolah di Kudus
Bukan Sekadar Pilketos, 182 Pelajar Kudus Didorong Pahami Demokrasi Sejak Sekolah
Belajar Sambil Bermain, Badut Sinis Dorong Literasi dan Numerasi Siswa SD 3 Jepang
Monev Revitalisasi Sekolah, Pemkab Kudus Wajibkan P2SP Sesuaikan Harga dengan Indeks Daerah
Kekurangan Guru, 20 Persen Pengajar Bahasa Jawa SMP di Kudus Tak Sesuai Bidang
Berita ini 203 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:01 WIB

148 Sekolah di Kudus Masih Dipimpin Plt, Pemkab Targetkan Tuntas Akhir Tahun

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Atap Ruang Guru SMPN 2 Bae Kudus Rusak, Video Kepala Sekolah Viral di Medsos

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Inspektorat Catat Masalah K3 hingga Pengelolaan Keuangan pada Program Revitalisasi Sekolah di Kudus

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Bukan Sekadar Pilketos, 182 Pelajar Kudus Didorong Pahami Demokrasi Sejak Sekolah

Sabtu, 26 September 2026 - 22:05 WIB

Belajar Sambil Bermain, Badut Sinis Dorong Literasi dan Numerasi Siswa SD 3 Jepang

Berita Terbaru