PBG Kudus Gagas Program Pengentasan Literasi dan Numerasi Siswa SD

- Jurnalis

Senin, 29 Januari 2024 - 12:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Kegiatan pembelajaran di sekolah. (Foto:istimewa)

Ilustrasi. Kegiatan pembelajaran di sekolah. (Foto:istimewa)

Jurnalpantura.id, Kudus – Upaya peningkatan kemampuan pelajar sekolah dasar (SD) dalam bidang literasi dan numerasi, menjadi salah satu program Pusat Belajar Guru (PBG) Kabupaten Kudus yang akan dilaksanakan tahun ini.

Ketua PBG Kudus, Rizky Oktavian Saputra menyampaikan bahwa literasi dan numerasi oleh siswa masih menjadi PR bersama. Lantaran, masih ada beberapa sekolah dengan rapor pendidikan yang belum bagus di bidang tersebut.

Oleh sebab itu, PBG Kudus bekerjasama dengan Djarum Foundation telah menyusun program pengentasan literasi dan numerasi bagi pelajar SD dan Madrasah Ibtidaiyah (MI). Rencananya, program tersebut akan digenjot tahun ini.

“Memang kita di PBG mencoba pengajuan program, Alhamdulillah di-ACC dari pihak Djarum Foundation, dan nanti tahun ini kita piloting 10 sekolah dulu,” kata Rizky.

Pihaknya menyebut, 10 sekolah yang menjadi sasaran merupakan sekolah dengan rapor pendidikan yang masih merah dan kuning. Sekolah sasaran, kata Dia, tersebar di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Kudus.

Baca Juga :  Peringati Hari Pahlawan, Karang Taruna Metro Kudus Gelar Jagakarta Nitisemito

“Deal-nya (sekolah mana saja) belum, karena masih kita komunikasikan lagi dengan disdikpora dan kemenag. Draft dari PBG dan Djarum sudah, tinggal nanti ini proses teman-teman dalam penyusunan modul ajarnya modul,” terangnya.

Terpenting, lanjut Rizky, sekolah yang akan menjadi sasaran merupakan sekolah yang memiliki cukup banyak siswa. Sebab, program ini diharapkan bisa berkelanjutan. Bila siswanya sedikit, dikhawatirkan ke depannya justru sekolahnya merger.

“Karena harapannya berkelanjutan, kalau siswanya sedikit sudah didampingi dan didanai malah di-merger atau tutup kan sayang. Memang yang siswanya banyak dan rapornya kurang,” tuturnya.

Program ini rencananya akan dimulai sebelum tahun ajar baru 2024/2025. Sehingga, harapannya pada saat pelaksanaan Assesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) sekitar Oktober 2024 mendatang, hasilnya bisa diukur kembali.

“Tahun 2025 saat keluar raport-nya dan mudah-mudahan lebih baik lagi,” tambahnya. (J05/A01)

Berita Terkait

Jelang Akhir Tahun, Rehab 47 Sekolah Rusak di Kudus Mulai Dikerjakan
148 Sekolah di Kudus Masih Dipimpin Plt, Pemkab Targetkan Tuntas Akhir Tahun
Atap Ruang Guru SMPN 2 Bae Kudus Rusak, Video Kepala Sekolah Viral di Medsos
Inspektorat Catat Masalah K3 hingga Pengelolaan Keuangan pada Program Revitalisasi Sekolah di Kudus
Bukan Sekadar Pilketos, 182 Pelajar Kudus Didorong Pahami Demokrasi Sejak Sekolah
Belajar Sambil Bermain, Badut Sinis Dorong Literasi dan Numerasi Siswa SD 3 Jepang
Monev Revitalisasi Sekolah, Pemkab Kudus Wajibkan P2SP Sesuaikan Harga dengan Indeks Daerah
Kekurangan Guru, 20 Persen Pengajar Bahasa Jawa SMP di Kudus Tak Sesuai Bidang
Berita ini 71 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Jelang Akhir Tahun, Rehab 47 Sekolah Rusak di Kudus Mulai Dikerjakan

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Atap Ruang Guru SMPN 2 Bae Kudus Rusak, Video Kepala Sekolah Viral di Medsos

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Inspektorat Catat Masalah K3 hingga Pengelolaan Keuangan pada Program Revitalisasi Sekolah di Kudus

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Bukan Sekadar Pilketos, 182 Pelajar Kudus Didorong Pahami Demokrasi Sejak Sekolah

Sabtu, 26 September 2026 - 22:05 WIB

Belajar Sambil Bermain, Badut Sinis Dorong Literasi dan Numerasi Siswa SD 3 Jepang

Berita Terbaru