Jurnalpantura.id, Kudus – Upaya peningkatan kemampuan pelajar sekolah dasar (SD) dalam bidang literasi dan numerasi, menjadi salah satu program Pusat Belajar Guru (PBG) Kabupaten Kudus yang akan dilaksanakan tahun ini.
Ketua PBG Kudus, Rizky Oktavian Saputra menyampaikan bahwa literasi dan numerasi oleh siswa masih menjadi PR bersama. Lantaran, masih ada beberapa sekolah dengan rapor pendidikan yang belum bagus di bidang tersebut.
Oleh sebab itu, PBG Kudus bekerjasama dengan Djarum Foundation telah menyusun program pengentasan literasi dan numerasi bagi pelajar SD dan Madrasah Ibtidaiyah (MI). Rencananya, program tersebut akan digenjot tahun ini.
“Memang kita di PBG mencoba pengajuan program, Alhamdulillah di-ACC dari pihak Djarum Foundation, dan nanti tahun ini kita piloting 10 sekolah dulu,” kata Rizky.
Pihaknya menyebut, 10 sekolah yang menjadi sasaran merupakan sekolah dengan rapor pendidikan yang masih merah dan kuning. Sekolah sasaran, kata Dia, tersebar di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Kudus.
“Deal-nya (sekolah mana saja) belum, karena masih kita komunikasikan lagi dengan disdikpora dan kemenag. Draft dari PBG dan Djarum sudah, tinggal nanti ini proses teman-teman dalam penyusunan modul ajarnya modul,” terangnya.
Terpenting, lanjut Rizky, sekolah yang akan menjadi sasaran merupakan sekolah yang memiliki cukup banyak siswa. Sebab, program ini diharapkan bisa berkelanjutan. Bila siswanya sedikit, dikhawatirkan ke depannya justru sekolahnya merger.
“Karena harapannya berkelanjutan, kalau siswanya sedikit sudah didampingi dan didanai malah di-merger atau tutup kan sayang. Memang yang siswanya banyak dan rapornya kurang,” tuturnya.
Program ini rencananya akan dimulai sebelum tahun ajar baru 2024/2025. Sehingga, harapannya pada saat pelaksanaan Assesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) sekitar Oktober 2024 mendatang, hasilnya bisa diukur kembali.
“Tahun 2025 saat keluar raport-nya dan mudah-mudahan lebih baik lagi,” tambahnya. (J05/A01)










