Corona, Syawalan Tahun Ini Ditiadakan

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2020 - 03:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tradisi sedekah laut/Syawalan di Jepara (Foto:Istimewa)

Tradisi sedekah laut/Syawalan di Jepara (Foto:Istimewa)

Jurnalpantura.id, Jepara – Perayaan syawalan atau pesta lomban sebagai tradisi sepekan setelah lebaran di Kabupaten Jepara yang menyedot ratusan ribu pengunjung ditiadakan. Kegiatan ini hanya menyisakan ritual pelarungan kepala kerbau dengan jumlah peserta yang sangat terbatas.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jepara, Zamroni Lestiaza, Senin 25/05/2020 mengatakan pekan syawalan tahun ini ditiadakan. Sebab untuk mengantisipasi penyebaran virus korona, ada larangan untuk membuat even yang bisa menimbulkan kerumunan warga. “Ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona di Jepara,” kata dia.

Hingga saat ini, semua tempat wisata di Kabupaten Jepara masih ditutup. Biasanya Pantai Kartini, Bandengan, hingga Benteng Portugis selalu dipadati pengunjung usai lebaran hingga sepekan.

Untuk ritual pelarungan kepala kerbau, diserahkan sepenuhnya kepada Pemerintahan Kelurahan Ujungbatu dan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jepara.

Sementara Ketua HNSI Jepara Suyatno membenarkan adanya kebijakan tersebut. “Kami sudah membicarakan hal itu dengan Lurah Ujungbatu, tokoh agama, dan tokoh masyarakat setempat,” kata dia.

Karena larungan kepala kerbau ini merupakan ritual budaya yang menyangkut keyakinan para nelayan dan warga setempat, maka tetap diadakan. Hanya bentuknya sangat sederhana dan terbatas.

Sedangkan Lurah Ujungbatu, Anjar Jambore Widodo mengatakan akan adakan pertemuan kembali. Sebab usulan warga dan nelayan, pelarungan kepala kerbau dan doa tetap diadakan walaupun jumlahnya sangat dibatasi. Bahkan untuk ziarah ke makam Mbah Ronggo maksimal hanya diikuti loleh 7 orang. “Demikian juga pelarungan kepala kerbau. Sedangkan daging kerbau akan dibagi secara merata di 16 RT,” ujar Anjar.

Baca Juga :  Bupati Sam’ani: GAS 2025 Bukan Sekadar Pameran, tapi Gerakan Ekonomi dan Kesadaran Pajak

Pekan Syawalan ini biasanya berlangsung selama 6 hari setelah Idul Fitri dan puncaknya pada tanggal 8 Syawal dilakukan pelarungan kepala kerbau. Ritual budaya yang kemudian dikenal dengan nama Lomban ini berlangsung lebih satu setengah abad ini diawali dengan proses pelarungan kepala kerbau beserta sesaji yang melengkapinya setelah sebelumnya ada doa ucapan syukur di TPI Ujungbatu.

Ritual ini sebagai ucapan syukur nelayan Jepara kepada Sang Pencipta atas rejeki dan keselamatan yang diberikan selama satu tahun kepada mereka hingga hasil tangkapan ikan melimpah. Sebelum prosesi pelarungan, biasanya ada ziarah ke makam Mbah Ronggo yang ada di serta pagelaran wayang kulit di TPI Ujungbatu.

Setiap tahun, even budaya ini sangat ditunggu oleh warga masyarakat di Jepara. Mereka tidak akan melakukan aktifitas kerja sebelum Pesta Lomban selesai. Bahkan mereka yang berada di perantauan rela untuk meluangkan waktunya hanya sekedar datang menyaksikan keramaian di Jepara. (Dinas Kominfo Jepara/A02)

Berita Terkait

Konservasi Trip di Waduk Logung, Wisatawan Diajak Petualangan Sambil Tebar Benih Ikan
Enam Peserta Kudus Ukir Prestasi di MTQ Nasional 2026, Jateng Catat Sejarah Juara Umum II
Lukisan Garam Terbesar di Dunia Bakal Dibuat di Dasun Rembang, Libatkan 20 Seniman
Investor Siapkan Wajah Baru Museum Kretek Garden Kudus, Ada Bumper Car hingga City Tour
Dua Museum di Kudus Dapat Anggaran Rp 5 Miliar untuk Revitalisasi, Fokus pada Narasi Sejarah
Kodim Kudus Gelar Event Endurance Rayakan HUT TNI, Puluhan Tim Pelajar dan Jurnalis Adu Ketangguhan
Konser Guyon Waton di Simpang 7 Kudus, Satlantas Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Bukan Wisata Syariah, Kudus Mantapkan Konsep “Muslim Friendly” Sambut Pariwisata 2027
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Konservasi Trip di Waduk Logung, Wisatawan Diajak Petualangan Sambil Tebar Benih Ikan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:38 WIB

Enam Peserta Kudus Ukir Prestasi di MTQ Nasional 2026, Jateng Catat Sejarah Juara Umum II

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Lukisan Garam Terbesar di Dunia Bakal Dibuat di Dasun Rembang, Libatkan 20 Seniman

Selasa, 29 September 2026 - 18:06 WIB

Investor Siapkan Wajah Baru Museum Kretek Garden Kudus, Ada Bumper Car hingga City Tour

Senin, 28 September 2026 - 13:51 WIB

Dua Museum di Kudus Dapat Anggaran Rp 5 Miliar untuk Revitalisasi, Fokus pada Narasi Sejarah

Berita Terbaru