- Jurnalis

Minggu, 5 Mei 2019 - 13:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Kudus Muhammad Tamzil menabuh bedug sebagai pertanda dimulainya puasa Ramadhan (Foto : Aik)

Bupati Kudus Muhammad Tamzil menabuh bedug sebagai pertanda dimulainya puasa Ramadhan (Foto : Aik)

Jurnalpantura.id, Kudus – Ribuan warga Kudus berbondong-bondong mendatangi Alun-alun Simpang Tujuh Kudus untuk menyaksikan acara tahunan sebagai pertanda dimulainya Puasa Ramadhan.

Iring-iringan terbang papat dan tari Gusjigang dari Sanggar Tari Puring Sari, menjadi sebuah sajian pembuka yang apik.

Dilanjutkan dengan sajian teatrikal Visualisasi Dandhangan yang diperagakan oleh teater Jangkar Bumi dan Ligan Culture Comunnity. Seolah membawa masyarakat ke dalam kemeriahan tradisi dandhangan di masa lampau.

Plt Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, Rahmah Hariyanti dalam sambutannya mengegaskan tradisi dandangan sudah menjadi bagian jati diri masyarakat Kudus. Melalui tradisi ini masyarakat kota kretek mengekspresikan kegembiraannya menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Secara singkat Rahmah menceritakan, tradisi dandhangan bermula dari kebiasaan masyarakat di masa Sunan Kudus. Dimana setiap menjelang bulan Ramadhan, masyarakat dari berbagai penjuru berkumpul di Masjid Menara untuk menyaksikan pemukulan beduk oleh Sunan Kudus.

Suara tabuhan beduk yang bernadakan dhang-dhang-dhang inilah yang kemudian dinamakan Dandhangan. Dan kini berkembang menjadi sebuh tradisi yang begitu lekat dengan masyarakat Kudus setiap kali bulan puasa tiba.

Baca Juga :  Petugas Gabungan Gelar Operasi Yustisi Tes Antigen di Demak

“Jika pada zaman kasunanan, masyarakat berkumpul di Menara untuk menyaksikan pemukulan beduk oleh Sunan Kudus. Berkembangnya zaman, kini budaya tersebut terus kita pelihara melalui sajian kegiatan visualisasi dandhangan ini,” jelasnya.

Imbuhnya, “Marilah tradisi yang sudah ada ini kita jaga dan lestarikan dengan baik,”

Bupati Kudus, HM Tamzil yang hadir dalam kesempatan tersebut mengajak masyarakat untuk berbahagia menyambut datangnya bulan ramadhan.

“Melalui rasa suka cita yang kita ekspresikan dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan ini. Semoga masalah-masalah kita bisa diselesaikan oleh Allah SWT. Serta bisa diberi kekutan untuk menjalankan ibadah di bulan ramadhan,” pungkas dia.

Di akhir acara Bupati Kudus Muhammad Tamzil didampingi Muspida Kudus berkesempatan menabuh bedug sebagai pertanda berakhirnya tradisi Dandangan dan keesokan harinya dimulainya Puasa Ramadhan. (J12/A02)

Berita Terkait

Enam Peserta Kudus Ukir Prestasi di MTQ Nasional 2026, Jateng Catat Sejarah Juara Umum II
Lukisan Garam Terbesar di Dunia Bakal Dibuat di Dasun Rembang, Libatkan 20 Seniman
Kodim Kudus Gelar Event Endurance Rayakan HUT TNI, Puluhan Tim Pelajar dan Jurnalis Adu Ketangguhan
Konser Guyon Waton di Simpang 7 Kudus, Satlantas Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
680 Penari Lajur Caping Kalo Siap Ukir Sejarah Lewat Rekor MURI di HUT ke-477
Kudus Fashion on the Street Meriah, Produk Fesyen Lokal Jadi Sorotan
Musthofa Ingatkan Generasi Muda: Pancasila Bukan Sekadar Hafalan
Karnaval Budaya Semarakkan Hari Jadi Kudus ke-477, Ribuan Warga Tumpah Ruah di Alun-alun Simpang Tujuh
Berita ini 71 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:38 WIB

Enam Peserta Kudus Ukir Prestasi di MTQ Nasional 2026, Jateng Catat Sejarah Juara Umum II

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Lukisan Garam Terbesar di Dunia Bakal Dibuat di Dasun Rembang, Libatkan 20 Seniman

Minggu, 27 September 2026 - 11:39 WIB

Kodim Kudus Gelar Event Endurance Rayakan HUT TNI, Puluhan Tim Pelajar dan Jurnalis Adu Ketangguhan

Sabtu, 26 September 2026 - 14:58 WIB

Konser Guyon Waton di Simpang 7 Kudus, Satlantas Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Senin, 21 September 2026 - 16:12 WIB

680 Penari Lajur Caping Kalo Siap Ukir Sejarah Lewat Rekor MURI di HUT ke-477

Berita Terbaru