19 Dapur MBG di Kudus Belum Kantongi Sertifikat Higiene, DKK Genjot Pelatihan SLHS

- Jurnalis

Senin, 6 Oktober 2025 - 11:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyediaan makan bergizi gratis di SPPG Ponpes nashrul Ummah, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. (Foto: J05)

Penyediaan makan bergizi gratis di SPPG Ponpes nashrul Ummah, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. (Foto: J05)

Jurnalpantura.id, Kudus – Seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kudus hingga kini belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Termasuk dapur terbaru yang diresmikan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris pada Sabtu, 4/10/2025 di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus.

Informasi tersebut disampaikan oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Nuryanto. Menurutnya, SLHS merupakan dokumen penting yang menunjukkan bahwa keamanan pangan di lokasi dapur MBG telah memenuhi standar yang ditetapkan.

“Sudah ada rapat percepatan sebelumnya, dan kita tegaskan bahwa semua SPPG harus mengikuti pelatihan SLHS. Ini penting agar makanan yang disajikan benar-benar aman untuk dikonsumsi,” ujar Nuryanto.

Saat ini, DKK Kudus sedang melakukan pendampingan dan pelatihan kepada sejumlah dapur MBG. Beberapa di antaranya adalah SPPG Polres Kudus, SPPG Getasrabi, SPPG UMKU, SPPG Kaliputu, serta SPPG di wilayah Undaan.

“SPPG Polres Kudus sudah ikut pelatihan. Kemudian dari Muhammadiyah ada delapan SPPG yang baru mulai proses. Total sekitar 200 peserta ikut pelatihan, termasuk dari Getasrabi, Kaliputu, UMKU dan Undaan,” jelasnya.

Baca Juga :  Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas

Nuryanto menambahkan, untuk bisa mendapatkan SLHS, pelaku usaha harus terlebih dahulu mengurus izin melalui sistem OSS (Online Single Submission) di Mall Pelayanan Publik (MPP).

Setelah itu, pelaku UMKM diwajibkan mengikuti pelatihan keamanan pangan dari DKK, mulai dari pemilahan bahan baku, proses memasak, pengemasan, hingga perhitungan kandungan gizi.

Langkah selanjutnya adalah kegiatan inspeksi kesehatan lingkungan (IKL) oleh tim dari DKK yang akan memeriksa dapur secara langsung.

Uji kualitas air juga dilakukan untuk memastikan tidak ada kandungan bakteri berbahaya seperti E-Coli atau salmonella yang berisiko terhadap kesehatan konsumen.

Proses akan ditutup dengan pemberian sertifikat pelatihan serta surat rekomendasi dari DKK, yang kemudian diunggah ke OSS. Jika seluruh persyaratan telah terpenuhi, maka MPP akan menerbitkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

“Tahun ini kita adakan empat kali pelatihan, dan peminatnya banyak. Kita dorong semua SPPG agar tuntas tahun ini,” tegas Nuryanto.

Berita Terkait

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September
Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan
Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan
Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas
Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026
BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan Jantung Berbasis Outcome
Investasi RSUD Sunan Muria Kudus Diproyeksikan Rp 250 Miliar, Dua Investor Nyatakan Minat
Tekan Angka Kematian Ibu, DKK Kudus Gandeng PKK Luncurkan Kencan Bumil dan Parijata
Berita ini 108 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:59 WIB

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September

Rabu, 23 September 2026 - 11:58 WIB

Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan

Selasa, 22 September 2026 - 16:14 WIB

Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan

Selasa, 22 September 2026 - 15:13 WIB

Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas

Selasa, 22 September 2026 - 13:57 WIB

Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026

Berita Terbaru