18 Madrasah di Kudus Diusulkan Ikut Penilaian Sekolah Adiwiyata

pendidikan382 Dilihat

Jurnalpantura.id, Kudus – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kudus akan mengusulkan kembali 18 madrasah untuk mengikuti penilaian Sekolah Adiwiyata. Belasan madrasah itu terdiri dari 9 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan 9 Madrasah Tsanawiyah (MTs).

Kasi Pendidikan Madrasah pada Kemenag Kudus, Salma Munawwaroh mengatakan, pengusulan 18 madrasah itu menindaklanjuti permohonan dari Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus.

18 sekolah tersebut antara lain, MI Islamiyah, MIN Kudus, MI NU Baitul Mukminin, MI Banat, MI Muhamadiyah Bae, MI NU Mifthul Falah, MI Maslakul Falah, MI Miftahul Huda I, dan Ml Nu Maslakul Falah.

Lalu, MTs Tahfidz Yanbu’ul Qur’an, MTs NU Banat, MTs NU Nurul Huda Kaliwungu, MTs TBS, MTs NU Miftahul Falah, MTs NU Ikhyaul Ulum, MTs NU Nurul Ulum, MTs NU Nahdlatul Muslimin, serta MTs NU Hasyim Asy’ari 03.

“Tahun 2022 kemarin, ada 10 madrasah yang sudah mendapatkan penghargaan Sekolah Adiwiyata. Tahun ini diusulkan lagi,” ujar Salma, Jumat (8/9/2023).

Pihaknya menyebut, pelaksanaan penilaian Sekolah Adiwiyata bagi madrasah di Kabupaten Kudus baru dilakukan sekali, yakni di tahun 2022. Dimana, pada pengusulannya dilakukan pada tahun 2019 lalu.

Dari total 218 MI dan MTs yang ada di Kudus memang baru 10 sekolah yang menyandang Sekolah Adiwiyata. Sementara Madrasah Aliyah (MA) baru akan mendapatkan penilaian pada 2025 mendatang.

“Jadi KLH sudah punya sekolah terkait adiwiyata tapi madrasah belakangan ngikutinnya. Di Kudus baru sekali, ada penghargaan adiwiyata itu baru sekali melibatkan madrasah,” katanya.

Lebih lanjut, Salma mengungkapkan bahwa pada pengusulan tahun 2019 itu, Kemenag Kudus sebenarnya mengajukan 11 MI dan MTS untuk penilaian Sekolah Adiwiyata. Namun hanya 10 madrasah yang lolos.

Sedangkan, untuk jenjang MA atau setara Sekolah Menengah Atas (SMA), beberapa diantaranya mengikuti penilaian Sekolah Adiwiyata dengan pembinaan dari Provinsi Jawa Tengah. (J05/A01)

Komentar