Jurnalpantura.id, Kudus – Memperingati hari kartini, 11 chef muda di Kudus berlomba mengkreasikan jenang menjadi sebuah kudapan dan minuman yang menggoda, Selasa 23/04/2019. Bertempat di pelataran Museum X-Gusjigang Building, mereka bertarung merebutkan gelar juara.
Direktur Utama Mubarok Food Cipta Delicia, Muhammad Hilmy, mengungkapkan kegiatan cooking competition tersebut digelar untuk memeperingati hari kartini dengan suatu kegitan yang kretif dan inovatif. Selain itu, kegiatan ini juga ditujukan untuk meningkatkan varian olahan jenang Kudus.
Diikuti oleh 11 pelajar SMP dan SMA se eks-Karsidenan Pati, kegiatan yang berkolaborasi dengan Persatuan Chef Muria Kudus (Pachemuku) dan Persatuan Chef Profesional Indonesia (PCPI) Kudus itu berlangsung dengan meriah. Berbagai olahan dari jenang yang tak terduga, berhasil disajikan dengan apik oleh para peserta.

“Untuk jurinya, kami mengundang chef Dendi, seorang chef profesional dari Semarang. Lalu ada Ketua PCPI Kudus, chef Seswanto dan Muhammad Qirom perwakilan dari Mubarok Food. Dengan aspek penilaian dari cita rasa, plating dan kreativitas,” katanya.
Nantinya, lanjut Hilmy, pemenang ajang ini akan mendapatkan uang tunai jutaan rupiah dan hadiah menarik. Bahkan dia mengungkapkan, pihaknga tidak menutup kemungkinan akan membeli hak cipta masakan dari pemenang lomba tersebut.
Silvi dan Zaki, peserta jurusan Tata Boga dari SMKN 1 Kudus mengaku begitu tertantang dengan ajang lomba masak satu ini. Tekstur jenang yang kenyal dan lengket menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi mereka.
“Agak susahnya itu pas mengkombinasikan jenang dengan bahan lainnya. Karena tidak semua bahan bisa menyatu dengan jenang,” kata Silvi. Membuat kreasi jenang menjadi kudapan Bola Ubi Jenang, Silvi dan Zaki optimis olahan mereka dapat memenangkan kompetensi tersebut.
Hal senada juga diungkapkan oleh Maferick. Peserta asal SMP Keluarga Kudus yang membuat Float Coffe Jenang itu mengungkapkan tekstur jenang yang kenyal dan lengket cukup menyulitkannya saat pengolahan.
“Pas motong dan gilingnya agak susah. Beberapa kali jenangnya nempel,” katanya. Meskipun begitu, dia mengaku dapat mengatasi hal tersebut dan menyelesaikannya dengan baik.
Aflah, Seksi Promosi Wisata di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus mengapresiasi acara tersebut. Menurutnya acara ini sangat menarik, karena dapat mendongkrak kreativitas masyarakat dalam mengembangkan dan mengangkat kuliner lokal di Kabupaten Kudus. (J12/A02)










