TPP Tertinggi Harus Diimbangi Dengan Peningkatan Kwalitas Pelayanan Publik

Uncategorized111 Dilihat

JURNALPANTURA.COM, Kudus – Diskusi Publik yang di selenggarakan oleh Konsorsium Masyarakat Untuk Kudus Bersih (KMKB) mengambil tema “Pembahasan Tunjangan Penghasilan Pegawai Tertinggi Di Jawa Tengah Korelasinya Dengan Tata Kelola Penyelenggaraan Pemerintah Kabupaten Kudus Berbasis Kinerja Dan Pelayanan Publik” Dalam rangka peringatan 9  tahun kepemimpinan Bupati Mustofa.Di Hotel @ Hom Jl Tanjung, turut desa Kramat kecamatan kota, Selasa 05/09/2017.

Hadir dalam diskusi publik, yang di selenggarakan KMKB diantaranya, Bupati Kudus H Mustofa, ketua DPRD Kudus Masan, Mardiyanto Anggota Fraksi Demokrat, kepala Dinas dan asisten Sekda yang ada di Kudus, Para Akademisi, Perwakilan Mahasiswa, Tokoh masyarakat dan perwakilan LSM yang ada di Kabupaten Kudus.

Diskusi publik kali ini memberi kesempatan pertama kepada para peserta yang terdiri dari berbagai macam latar belakang untuk menyampaikan pendapatnya, baru kemudian tanggapan dari Bupati Kudus.Kesempatan pertama di sampaikan oleh Dr Supa’at, wakil ketua 1 STAIN Kudus, terkait TPP yang diberikan harus seimbang dengan kinerja dari aparatur dalam hal pelayanan kepada masyarakat, perlunya pembinaan yang harus di lakukan oleh pimpinan dalam meningkatkan kinerja, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap kinerja ASN semakin tinggi.Sedangkan perwakilan dari APPINDO, Bambang Sumardiyono SH, berharap kemudahan dalam hal pengurusan izin investasi dan kemudahan dlm pengurusan IMB, dengan kemudahan tersebut di harapkan akan lebih banyak menarik minat investor, dengan banyaknya investasi di kabupaten Kudus tentunya akan berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.

Drs Ahmad Fikri perwakilan LSM yang juga ketua LWI Kudus menyampaikan ” kesejahteraan bagi rekan-rekan cleaning servis juga perlu di perhatikan tidak hanya bagi para PNS saja”.Jangan sampai terjadi kesenjangan sosial, karena hanya PNS saja yang mendapatkan, sedangkan ada pekerja lainnya yang masih mendapat upah jauh di bawah UMR.
Dalam tanggapan nya Bupati Musthofa mengatakan “Kami apresiasi positif kegiatan diskusi publik ini, kegiatan ini bisa menjadikan introspeksi diri kita agar mampu berbuat yang terbaik”. Kesejahteraan ini tidak dilihat dari besarnya penghasilan, namun sebagai tolak ukur dalam setiap tugas dan tanggungjawab yang diberikan, mampu di kerjakan dengan baik.Bupati juga menyampaikan, jangan sampai ada pembangunan yang tidak selesai sebelum akhir jabatannya, sehingga akan membebani pada Bupati yang akan datang.Lahan tidur yang ada di Kudus timur, dulunya tidak produktif sekarang sedang di bangun menjadi Logung, kedepannya lahan yang ada di sekitar nya akan lebih produktif dan juga bisa dijadikan sebagai obyek pariwisata.(J02/DE2DA9EA)

Komentar