Tebokan Jenang, Asal Mula Desa Kaliputu Sebagai Penghasil Jenang

Wisata283 Dilihat

JURNALPANTURA.COM, Kudus – Kaliputu adalah salah satu nama Desa yang ada di kecamatan Kota Kabupaten Kudus.Desa Kaliputu terkenal sebagai desa sentra Jenang, salah satu makanan khas  Kudus.Ada sejarah panjang kenapa Desa Kaliputu menjadi sentra Jenang.Berbagai merek jenang yang saat ini terkenal dan dijadikan oleh-oleh bagi wisatawan baik asing maupun domestik berasal dari Desa Kaliputu.

Konon cerita, Ada seorang Nenek yang bernama Mbah Dempok Soponyono.Suatu hari salah satu Cucu dari Mbah Soponyono terkena gangguan Banaspati , Salah satu Jin jahat.Saridin atau yang dikenal sebagai Syeh Jangkung, Murid dari Sunan Kudus yang saat peristiwa tersebut melintas.Kemudian Saridin memerintahkan Ibu-ibu setempat agar membuat bubur dari bahan tepung beras dan diberikan kepada cucu Mbah Dempok dan akhirnya sembuh, terbebas dari gangguan Banaspati.

Dari peristiwa tersebut secara turun temukan, Masyarakat Desa Kaliputu mengadakan acara ” Tebokan Jenang” Sebagai rasa syukur terhadap Allah Swt dengan menggelar ritual Arak-arakan atau kirab yang membawa jenang berwarna-warni yang di sajikan di dalam sebuah Tebok an atau tempat sejenis tambah.

Sejak saat itu Pemerintah Desa Kaliputu dengan didukung penuh oleh Dinas Pariwisata kabupaten Kudus secara rutin mengadakan acara “Tebokan Gunung” yang dilaksanakan setiap tanggal 1 Muharram.Untuk tahun ini acara Kirab Tebokan Jenang di laksanakan pada hari Kamis 21/09/2017.

Event tahunan ini diagendakan sebagai wisata budaya sekaligus sarana promosi bagi pengusaha jenang.Ribuan warga memadati sepanjang perjalanan yang di lewati kirab Tebokan Jenang tersebut, di mulai dari Jl Sosrokartono hingga tempat Finish di Balai Desa Kaliputu. Tidak sampai lama, Warga yang sudah menunggu berjam-jam,  berebut jenang yang di jadikan kirab saat sampai di Balai Desa Kaliputu, Warga berharap keberkahan dari Jenang dan Makanan lainya yang ikut dikirab.

Suyadi kepala Desa Kaliputu menjelaskan ” Banyaknya gunungan yang ikut dalam kirab sebagai simbol kemakmuran masyarakat kaliputu”. Untuk itu dirinya berharap  event tradisi tahunan ini bisa menjadi daya tarik bagi para wisatawan baik domestik maupun mancanegara.Sehingga warga Desa Kaliputu sebagai penghasil jenang bisa merasakan manfaat dari para wisatawan yang datang, sehingga menjadikan kemakmuran bagi masyarakat.(J02)

Komentar