Enam Gunungan Meriahkan Kirab Apitan Megawon

Wisata226 Dilihat

Jurnalpantura.id, Kudus – Ribuan warga Desa Megawon, Kecamatan Jati, dari siang menunggu di pinggir jalan depan Balai Desa Megawon hingga lapangan Megawon, menunggu dimulainya Kirab Apitan yang pada tahun 2018 dilaksanakan berbeda dengan tahun sebelumnya.

Pada gelaran Apitan Desa Megawon tahun ini di laksanakan dengan cara kenduri yaitu warga duduk bersama di sepanjang jalan depan Balai Desa Megawon menuju lapangan Megawon. Jum’at 03/08/2018.

Sugiyanto ketua panitia Apitan menyampaikan, tradisi Apitan sudah berjalan untuk yang ke 5 kali ini di design berbeda dengan yang pernah dilaksanakan sebelumnya, karena sebelum digelarnya kirab Apitan pada hari ini, Jum’at 03/08/2018, terlebih dahulu di gelar Megawon Expo di lapangan Megawon, selama tiga hari dan nanti malam atau setelah Apitan akan dilaksanakan Ketoprak Wahyu Budaya.

Pada Megawon Expo tersebut warga bisa mempromosikan produk unggulan dari masing-masing RT atau RW dan juga masing-masing wilayah harus menampilkan Pentas seni dipanggung yang telah disediakan.

“Kami berharap dengan adanya Expo, masyarakat luar Desa bisa mengetahui produk unggulan dari warga Megawon dengan kata lain, mempromosikan barang kerajinan dari warga Megawon sendiri.”Kata Sugiyanto.

Sedangkan kepala Desa Megawon, Nursag dalam sambutannya menyampaikan, selain sebagai rasa syukur kepada Allah SWT atas berkah rejeki yang melimpah serta selalu diberi kesehatan dan keselamatan, acara Apitan Desa Megawon sekaligus promosi akan produk-produk unggulan yang ada.

Camat Jati, Kapolsek dan Danramil Jati dengan khusuk mengikuti doa sebelum dimulainya Apitan (Foto :Aik)

Gelaran Apitan ini semakin meriah, karena pihak panitia menggelar kenduri dan juga adanya enam Gunungan yang berasal dari masing-masing RW, gunungan yang berisi buah-buahan dan hasil bumi lainya nantinya akan di perebutkan oleh warga yang hadir, sebelumnya gunungan tersebut di beri doa keselamatan.
Sesepuh Desa Megawon memberikan doa kepada Gunungan peserta Apitan (Foto :Aik)

”Lantaran acara ini bisa dinilai sakral. Sebab di dalamnya memang harus ada diselipkan doa untuk keselamatan, kemajuan, serta kebaikan warga semua,” kata Nursag menjelaskan.

Tak menunggu lama, enam buah gunungan yang ada langsung habis diperebutkan oleh warga yang hadir. (J02/A01)

Komentar