Sosialisasi Deliniasi Untuk Para Lurah Dan Kepala Desa

Uncategorized79 Dilihat
JURNALPANTURA.COM, Kendal – Pemerintah Kabupaten Kendal  menggelar Temu Kerja dan Sosialisasi Delineasi ( penggambaran hal penting dengan garis dan lambang ) Batas Desa/Kelurahan di Kabupaten Kendal di pendopo Agung Kabupaten Kendal, Selasa, 22/08/2017.Hadir dalam acara tersebut Bupati Kendal yang diwakili oleh Wakil Bupati Masrur Masykur.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Pusat Pemetaan Batas Wilayah Badan Informasi Geospasial Jakarta, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik; Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kendal, serta Para Pimpinan OPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kendal dan Para Kepala Desa dan Lurah se-Kabupaten Kendal.
Wakil Bupati Kendal dalam pertemuan tersebut menyambut baik terlaksananya kegiatan tersebut. “Semoga dapat meningkatkan ikatan tali silaturrahim dan kerjasama, sehingga diharapkan kedepan dapat membawa kemajuan pembangunan yang lebih baik,” tandasnya.
Lebih lanjut disampaikan Wabup, dalam rangka percepatan pembangunan pedesaan sesuai program pemerintah saat ini, yaitu pembangunan dari pinggiran atau desa, desa mempunyai kewenangan tertentu terikat dengan batas wilayah masing-masing desa itu sendiri. Pemerintah Kabupaten Kendal menyambut baik dan mendukung kegiatan Delineasi Batas Desa / Kelurahan yang diselenggarakan oleh Badan Informasi Geospasial. 
“Penetapan dan penegasan batas Desa / Kelurahan menjadi sangat penting, dalam memberikan kejelasan dan kepastian hukum terhadap batas-batas wilayah, sehingga akan tercipta tertib administrasi pemerintahan,” tambahnya.
“Saya berpesan kepada pemangku wilayah terutama Camat dan Kepala Desa / Lurah, untuk melakukan identifikasi dan penelusuran dokumen terkait batas, melaksanakan koordinasi vertikal dengan Badan Informasi Geospasial, dan OPD / Instansi terkait, manakala terdapat kealpaan data, melaksanakan koordinasi horisontal dengan pemangku wilayah berbatasan, untuk menghindari sengketa; dan,mensosialisasikan dan menggali informasi dari masyarakat setempat untuk meminimalisir perbedaan persepsi dan menginventarisir keakuratan data serta informasi,” pungkasnya.(J02)

Komentar