Rute Borobudur Marathon 2018 Berkonsep Sport Tourism

Olahraga294 Dilihat

Jurnalpantura.id, Semarang – Dengan konsep sports tourism, rute pada penyelenggaraan lomba Lari Borobudur Marathon 2018 pada Ahad 18/11 mendatang akan dibuat penuh tantangan. Artinya, rute sejauh 42,195 km tersebut, para pelari akan lebih banyak menemukan tikungan-tikungan patah.

Dengan konsep sports tourism, Borobudur Marathon sengaja dibuat banyak tikungan, masuk ke desa, area pesawahan, gang-gang sempit (Foto : istimewa)

”Sebenarnya kalau race resmi yang mengacu AIM (organisasi marathon internasional), lomba yang banyak dengan tikungan patah memang tak dibolehkan atau menyalahi regulasi lari marathon. Namun, karena konsep awalnya sports tourism, Borobudur Marathon sengaja dibuat banyak tikungan, masuk ke desa, area pesawahan, gang-gang sempit. Ini tentu menghambat laju pelari. Karena ini lari sekaligus wisata tentu ada pengecualian,” jelas Mayor Budi Leksono selaku pembuat rute saat dihubungi, Senin 12/11/2018 kemarin.

Budi yang dipercaya sebagai Technical Delegate bersama Sarjito, Umaryono dan Priatmadi tersebut memastikan, meski penuh tantangan, rute Borobudur Marathon yang mengambil start di Taman Lumbini Candi Borobudur itu rata dan bersih.

Terkait pencatatan waktu, pihaknya menggunakan sistem transponder. Meskipun melapisi dengan sistem manual. ”Namanya mesin, bisa terjadi error. Kami melapisi dengan sistem manual, dan itu dibenarkan,” ungkap perwira yang bertugas di Korem 073 Makutarama Salatiga tersebut.

Komentar