Perlu Keberanian Kepala Daerah Untuk Mengatasi Kemiskinan Yang Ada

Uncategorized130 Dilihat

JURNALPANTURA.COM, Semarang – Gubernur Jawa Tengah melantik Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji dan Syamsul Aulia Rahman serta Wakil Walikota Pekalongan yang dilantik menggantikan Walikota terdahulu yang meninggal dunia, Achmad Ali Arslan Djunaid.

Dalam pelantikan tersebut Ganjar Pranowo menyampaikan bahwa, Pekerjaan rumah pemerintah kabupaten/kota masih banyak yang belum terselesaikan, termasuk pembangunan infrastruktur jalan, sektor kesehatan, pendidikan, serta penanggulangan kemiskinan. Butuh koordinasi dengan banyak pihak guna menyelesaikan berbagai persoalan yang ada, Saat pelantikan di Grhadhika Bhakti Praja Semarang, Ahad 19/11/2017.

Pasangan Bupati-Wakil Bupati Cilacap terpilih pada pilkada serentak 2017, Tatto Suwarto dan Aulia Rahman dilantik setelah habis masa kepemimpinan pejabat sebelumnya, yaitu Tatto dan Ahkmad Edi Susanto. Tatto kembali terpilih pada Pilkada Februari lalu. Sementara Wakil Wali Kota Saelany Machfudz menjabat Wali Kota Pekalongan mengantikan Wali Kota Achmad Alf Arslan Djunaid meninggal pada 7 September 2017 lalu.

“Saya nderek titip kepada bupati dan wakil bupati serta wali kota untuk membuat lompatan-lompatan terkait penanggulangan kemiskinan serta membangun infrastruktur daerah. Apalagi pekerjaan rumah banyak yang belum selesai dikerjakan. Butuh koordinasi betul-betul agar bisa menyelesaikan persoalan yang ada,” ujar gubernur.

Menurutnya, terobosan yang bisa ditempuh antara lain dengan meminjam dana dari PT SMI atau Bank Jateng untuk pembangunan prioritas dalam waktu satu tahun. Artinya, dengan adanya dana pinjaman bank, program-program yang jika didanai APBD kabupaten/kota membutuhkan waktu dua hingga tiga tahun, pembangunan fisiknya akan bisa diselesaikan dalam waktu setahun.

Langkah itu telah dilakukan Kabupaten Temanggung untuk membangun rumah sakit, kemudian pemkab mengangsur setiap tahun dari APBD yang dimiliki. Sementara Sragen dan Grobogan juga meminjam dana dari Bank Jateng sebesar Rp 200 miliar – Rp 300 miliar untuk membangun infrastruktur.

“Kalau cara kita mengelola keuangan linier atau bergantung pada pendapatan yang selama ini ada dan kecil, maka terobosan sulit dilakukan. Karenanya, upaya itu bisa dilakukan dengan cara utang kemudian pengembaliannya bisa dicicil dalam satu periode jabatan,” terangnya.

Ganjar mengapresiasi dukungan pemerintah kabupaten dan kota terhadap pembangunan di provinsi ini sehingga komplain, khususnya menyangkut infrastruktur, semakin berkurang. Selama ini Jateng berkompetisi dengan Jawa dan Jatim di berbagai sektor, namun soal infrastruktur Jateng boleh dikatakan yang tertinggi.

Hadir pula dalam pelantikan tersebut Wakil Gubernur Jawa Tengah Drs Heru Sudjatmoko MSi beserta istri Sudarli Heru Sudjatmoko, Sekda Jateng Dr Ir Sri Puryono KS MP dan istri, Rini Sri Puryono, Ketua TP PKK Jateng Atikoh Ganjar Pranowo, serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) setempat.

Komentar