oleh

Palastra Tea, Teh Racikan Kudus Beraroma Bunga

Jurnalpantura.id, Kudus – Teh menjadi salah satu minuman populer yang digandrungi masyarakat selain kopi. Memiliki aroma yang khas, teh juga tergolong minuman yang sehat untuk tubuh.

Biasanya, teh dinikmati hanya dengan menyeduh dengan air hangat, ditambah gula secukupnya bila berselera manis. Atau dinikmati secara dingin dengan es.

Namun, belakangan penyajian teh lebih variatif. Yakni dengan menambah rempah-rempah lain. Sehingga, teh memiliki citarasa dan aroma yang berkualitas tinggi.

Seperti teh Palastra Tea, yang berbahan teh hitam, teh hijau dan teh oolong. Diracik dengan bunga-bunga alami untuk menambah aroma, diantaranya bunga rosela, lavender, chamomile, mawar, melati, safflower, rosela, mint, dan telang.

Palastra tea memiliki aroma yang khas, teh juga tergolong minuman yang sehat untuk tubuh.
(Foto:Istimewa)

Bagi pecinta teh, ada baiknya mencoba kenikmatan Palastra Tea ini.

Eit, tapi teh ini tidak bisa didapat di sembarang tempat, hanya bisa dipesan lewat online di media sosial @palastratea.

Menariknya, teh ini bisa dipesan sesuai selera pembeli. Misalnya ingin ditambahi rempah lain seperti jahe, serai dan lainnya.

Siwi Agustina, peracik Palastra Tea menceritakan bahwa ide mulanya berawal dari kecintaan keluarganya dengan minuman favorit orang Jepang tersebut. 

“Selain kopi, saya dan keluarga memang suka mengonsumsi teh. Nah, dari situ saya mencoba mencari agar teh ini bisa dihidangkan lebih inovatif,” ujarnya saat ditemui di rumahnya RT 01 RW III Desa Bulungcangkring, Jekulo Kudus.

Kebetulan, lanjut Siwi, ibunya memiliki pekarangan bunga rosela. Sehingga, ia bereksperimen meracik teh dengan bunga rosela yang sudah dikeringkan. Hasilnya, ia bisa menikmati kehangatan teh sekaligus aroma yang sedap.

“Bunga rosela kering kalau diseduh itu segar dan enak. Selain itu juga banyak manfaatnya,” tuturnya.

Keseriusannya menekuni dunia teh itu, kemudian ia mengikuti kelas meracik teh yang diselenggarakan secara online oleh sebuah kedai teh di Bandung.

“Dari pengalaman itu saya kembali bereksperimen meracik teh dengan bahan alami lainnya. Butuh waktu lebih dari sebulan saya untuk menemukan selera yang pas,” ungkapnya.

Nah, hasil racikannya itu kemudian mulai dikenalkan lewat teman-teman dekatnya dan mendapat respon yang positif. Selanjutnya, olahan tangannya itu dipasarkan melalui media sosial.

“Alhamdulillah banyak yang suka. Pemasaran memang lewat media sosial. Sejauh ini, sudah pernah ada yang pesan dari Mamuju (Sulawesi Barat),” tambah dia.

Menurutnya, Palastra Tea selain minuman yang memiliki citarasa, juga mampu membuat tubuh menjadi rileks dan nyaman.

“Untuk produksinya memang kita tidak banyak. Kalau ada yang pesan baru kita buatkan. Memang begitu, karena teh ini beda dengan olahan pabrik,” tandasnya. (J02/A01)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed