Monumen Tanah Dan Air Sebagai Puncak Peringatan Haornas XXXIV

Wisata175 Dilihat

JURNALPANTURA.COM, Magelang – Pemerintah Kota Magelang menggelar prosesi budaya dalam mempertemukan tanah dan air sebagai  bahan pembuatan Monumen Tanah dan Air dalam puncak peringatan Haornas XXXIV Tahun 2017. Prosesi tersebut dilakukan secara khidmat di pelataran Gunung Tidar, Kelurahan Magersari, Rabu 06/09/2017.

Proses pengambilan tanah dipimpin Ki Jati Saroyo (diperankan Susilo Anggoro) yang merupakan utusan warga. Sementara air diambil oleh sesepuh Kampung Tulung sekaligus tokoh perjuangan, Abak Arifin beserta sesepuh lainnya.

Masing-masing kelompok yang dipimpin Ki Jati Saroyo dan Abak Arifin berjalan menuju pelataran Gunung Tidar sambil membawa tanah dan air yang ada di dalam kendi.

Selama berlangsungnya prosesi budaya ini, lantunan musik jawa mengiringi langkah rombongan yang membawa air dan tanah. Sesampainya di pelataran, tanah dan air diserahkan kepada utusan Pemerintah bernama Ki Jati Waseso yang diperankan Kepala Disporapar, Jarwadi. Tanah dan air selanjutnya diberikan kepada Sigit dan Wakilnya, Windarti Agustina.

Semua prosesi budaya dilakukan dengan bahasa Jawa termasuk Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito saat memberi sambutan.

Dalam sambutannya , Sigit mengatakan prosesi budaya ini sebagai salah satu cara untuk melestarikan budaya. Termasuk tanah dan air yang diambil bukan sembarangan tetapi memiliki nilai sejarah dan ritual tersendiri dari masing-masing daerah.

“Kita harus bangga  Kota Magelang dipercaya sebagai tuan rumah Haornas. Apalgi Gunung Tidar menjadi lokasi pembuatan monument tanah dan air. Kedepannya monument ini bisa menambah daya tarik wisata  Gunung Tidar yang selama ini dikenal sebagai wisata religi,”Kata Sigit.

Setelah memberikan sambutan Sigit dan wakilnya menyerahkan tanah dan air ke perwakilan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) diantaranya Asdep Sentra Olahraga Kemenpora, Teguh Raharjo dan Kasubdit Asdep Olahraga Rekreasi Kemenpora, Sri Maryati. Untuk selanjutnya tanah dan air tersebut akan disatukan dengan tanah dan air dari berbagai daerah dalam puncak Haornas 2017 Sabtu (9/9).(J02/DE2DA9EA)

Komentar