Langkah Cepat Kadispertanpangan Selesaikan Keluhan Petani

Pertanian220 Dilihat

Kaliwungu,- Kebijakan Bupati Kudus Ir HM Tamzil dalam bidang pertanian diwujudkan dengan terobosan dan langkah taktis melalui Dinas Pertanian dan Pangan Kudus yang dipimpin Catur Sulistiyanto S.Sos MM.

Pada era digital sekarang, Dinas Pertanian dan Pangan Kudus membuka pelayanan guna menyerap informasi dan permasalahan yang terjadi pada kebutuhan dunia pertanian. Inovasi pelayanan ini sebagai upaya penanganan cepat sehingga dinamika kebutuhan dunia pertanian bisa dilaksanakan dengan taktis dan efisien.

Misalnya, pada Rabu (05/12) malam mendapatkan informasi terkait berkurangnya stok pupuk bersubsidi di kecamatan Kaliwungu. Catur Sulistiyanto selaku Kepala Dinas Pertanian dan Pangan hal ini pada Bupati Kudus untuk mendapatkan arahan.

“ Pak Bupati, Bapak Tamzil kemudian memerintahkan kami untuk cek lapangan dan menindaklanjuti agar petani bisa menjalankan aktifitas pertaniannya dengan lancar ,” ungkap Catur Sulistiyanto.

SERAP INFORMASI. Tim Dinas Pertanian dan Pangan yang dipimpin Catur Sulistiyanto menyerap informasi kebutuhan pupuk di UD Nadya Jaya.

Tanpa menunggu lama, pada Kamis (06/12) Kadispertanian bersama Abdullah Muttaqin ( anggota (KP3) dan Ok Setyawan ( PPL Kec Kaliwungu) melaksanakan kunjungan ke Desa Banget dan Gamong untuk memastikan informasi kebutuhan pupuk dan hambatan yang terjadi.

Lokasi KPL (kios pengecer lapangan) yang dikunjungi yakni di Desa Banget UD Tikungjaya, UD Nadya Jaya, UD Karti. Sedangkan desa Gamong di UD Akbar Mitra Tani.

“ Dari semua yang kita datangi tadi mengungkapkan kalau distributor belum mengirimkan pupuk Urea dan ZA bersubsidi. Ini adalah kebutuhan petani untuk pemupukan kedua. Langsung kami menghubungi Provinsi Jateng untuk mengecek ketersediaan alokasi pupuk bersubsidi. Setelah itu kami kontak ke pimpinan gudang Pusri di Kudus. Alhamdulilah semuanya menyatakan siap melakukan distribusi ,” terangnya.

Abdullah Muttaqin, anggota KP3 (Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida subsidi), menambahkan bahwa pupuk bersubsidi alokasi Kabupaten Kudus tahun 2018 ini sudah tersalur 9 ribu ton. Sedangkan kuota dari pengajuan pihaknya sebesar 10.400 ton.

“ Jadi masih ada kuota alokasi. Pokoknya sore atau maksimal nanti malam ( setelah administrasi terselesaikan) pupuk bersubsidi harus selesai didistribusikan oleh distributor. Siang ini ( kamis) kan kita utak-atik re-alokasi sesuai kondisi di lapangan. Misalnya, kuota kecamatan A masih ada, sedang kecamatan B masih ada kekurangan. Ini teknis administrasi kita selesaikan ,” terang Muttaqin.

TINDAKLANJUT. Pemilik kios menyampaikan kebutuhan pupuk yang diperlukan petani karena stok pupuk bersubsidi jumlahnya kurang.

Sedangkan Ok Setyawan, selaku penyuluh pertanian lapangan kecamatan Kaliwungu menjelaskan bahwa saat ini petani membutuhkan pupuk urea dan ZA bersubsidi untuk pemupukan tanaman kedua.

“ kalau yang NPK bersubsidi masih ada stok di masing-masing KPL. Alhamdulillah Pak Catur ( Kadispertanpangan) langsung langkah taktis kunjungan ke KPL dan TL ke distributor. Sehingga kami yang dibawah berhadapan langsung dengan petani, bisa menjawab bila tidak perlu khawatir dengan kebutuhan pupuk ,” ucap OK Setyawan.

Pada Kamis (06/12) malam usai isya’, Abdullah Muttaqin memastikan bahwa malam ini kebutuhan pupuk di wilayah Kecamatan Kaliwungu sudah dilakukan distribusi oleh distributor pupuk bersubsidi.

“ Kami memang menunggu kepastian mereka kendaraannya sampai siap jalan. Nah, sekarang kami bisa menegaskan bahwa mulai Jumat (07/12) atau besok, kebutuhan pupuk bersubsidi jenis Urea dan ZA aman stok ,” ungkap Muttaqin sekira pukul 20.15 wib ini.

Selain itu, kawasan lain yang segera mendapatkan distribusi yakni, malam ini yang mendapatkan kiriman pupuk urea bersubsidi di kec Kaliwungu yakni Desa Gamong 4 ton, Kedungdowo 7 ton dan Prambatan Lor 7 ton.  Kecamatan Gebog 39 ton, kecamatan jekulo 36 ton dan Kecamatan Bae 7 ton.

Pengiriman pupuk ZA, Desa Gamong pada UD Akbar Mitra Tani 2 ton, Desa Mijen pada UD Barokah 2 ton, Desa Sidorekso pada UD Sri Rejeki 2 ton dan Desa Kaliwungu pada UD Udin Jaya 2 ton. Kemudian Desa Loram Wetan pada UD SM Tani 2 ton serta Desa Jati pada UD Barokah 2 ton. Sedangkan distibusi NPK bersubsidi yakni Desa Jati UD Barokah 4 ton dan Desa Kaliwungu pada UD Udin jaya 5 ton.

“ Petani tidak perlu khawatir lagi, karena Pak Catur ( Kadinas Pertanian dan Pangan Kudus) sudah berkoordinasi dan siap dengan cepat menandatangani administrasi surat menyurat untuk kelengkapan distribusi ,” tandasnya. (*)

Komentar