Kompak Pakai Kebaya, Pedagang Pasar Tiban Duit Batok Tetap Gayeng Jalankan Aktivitas

Ekonomi, Event315 Dilihat

Jurnalpantura.Com, Kudus – Suasana Peringatan Hari Kartini dan perjuangannya dalam Emansipasi Wanita begitu terlihat di pasar ‘Krempyeng’ yakni pasar tiban duit bathok yang ada di Desa Purworejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, belakang KUD Bae, Ahad 22/04/2018 pagi tadi.

Pasar yang selama ini identik dengan kekumuhan oleh managemen JBO di sulap menjadi pasar edukasi dan destinasi wisata di desa tersebut.

“Momen hari Kartini ini kami jadikan kebangkitan bagi crew JBO yang kami bina, dengan menyulap pasar  yang selama ini terkesan kumuh menjadi pasar warna warni, tidak hanya itu, sekitar 90% pedagang di pasar ini adalah kaum ibu ibu, dimana 30% nya merupakan kepala keluarga alias tulang punggung bagi keluarganya, sehingga pada peringatan Hari Kartini ini semua pedagang pasar kompak memakai kebaya untuk menghargai perjuangan pahlawan wanita,” ujar kordinator pasar tiban Banbang dipenda.

Bahkan pedagang pasar yang selama ini ‘ewuh pakewuh’ dengan kegiatan formalitas, khusus pada momen hari Kartini semuanya melakukan apel pagi di lokasi pasar, tidak lupa dalam apel ini pedagang pasar mengawalinya dengan iringan musik lagu  lagu RA Kartini.

Dr Murtono Pembantu rektor 1 Universitas Muria Kudus yg sekaligus pembina pasar tiban yang hadir pada kegiatan tersebut mengaku terkesan dengan apa yang dilakukan oleh para pedagang dan crew manajemen JBO pasar tiban, tidak hanya dalam menghargai jasa pahlawan, tapi juga dalam menciptakan pasar yang kumuh dengan baner warna warni, sehingga selain bisa menjadi destinasi wisata baru, hal ini juga memberikan daya tarik tersendiri bagi pembeli.

“Ini sangat bagus dan kreatif, karena disamping merubah lingkungan yang kumuh dengan aneka  ornamen warna warni  sehingga bisa menjadi destinasi wisata baru, ide ini juga bisa mendongkrak perekonomian mereka sendiri,” ujar penggiat wirausaha ini.

Sementara dari pantauan media ini, ide pedagang dalam memperingati hari kartini dengan memakai kebaya tidak hanya menjadi daya tarik pembeli, tapi beberapa murid tk jiga terlihat rombongan kecil dengan membeli aneka jajanan pasar, apalagi di lokasi pasar juga di sediakan hiburan eduwisata kelinci dan memanah oleh managemen JBO.

“Pasar ini menginspirasi mas, dan bisa memberi edukasi pada anak-anak, walau ini baru pertama kalinya, saya berharap bisa dipertahankan, terutama pada peringatan hari-hari nasional dan keagamaan, jika pedagang komitmen saya yakin perekonomian masyarakat juga ikut terangkat, misal pada agustusan, pedagang memakai pakaian adat atau pakaian yang sesuai dengan tema, pasti akan lebih bagus,” ujar Yanto warga wergu yang kebetulan lewat dan minum kangen water di pasar tiban tersebut. (J02 /A01)

Komentar