Khitan Massal Bukan Hanya Untuk Keluarga Tak Mampu

Event, keagamaan799 Dilihat

Jurnalpantura.id, Kudus – Khitan massal menjadi salah satu tradisi yang selalu dilaksanakan saat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Hampir pada setiap tempat dimana ada perayaan Maulid Nabi disitu pasti ada kegiatan Khitan Massal.

Seperti yang dilaksanakan di Masjid Agung Kudus, Selasa 20/11/2018 pagi tadi. Bertempat di serambi masjid, Sebanyak 150 didampingi oleh orang tua masing-masing dengan khusuk mengikuti rangkaian acara sebelum dilaksanakannya khitan massal.

Tim medis yang terdiri dari 8 dokter secara bergantian mengkhitan 150 peserta khitan Massal Masjid Agung Kudus (Foto : Aik)

Ketua Panitia Zaenal Fahmi mengatakan ada sebanyak 150 anak yang mengikuti khitanan massal ini. Mereka berasal dari berbagai kalangan. Ada yang ternyata putra dari tokoh masyarakat, tokoh agama, dan lainnya. Mereka mengikuti khitanan massal di Masjid Agung Kudus.

“Dengan begitu, sekarang tidak ada anggapan bahwa mereka yang ikut khitanan massal hanya masyarakat kurang mampu. Namun mereka yang mampu juga ikuti meramaikan kegiatan ini,” jelasnya saat memberikan sambutan.

Salah satu peserta khitan massal saat menunggu giliran dikhitan oleh tim medis (Foto : Aik)

Ia mengatakan, kegiatan khitanan massal ini adalah rangkaian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang rutin digelar setiap tahunnya. Sebelumnya ada beberapa rangkaian kegiatan seperti, terbang papat, khotmil Quran, hingga pembacaan doa rosul.

“Serangkaian ini adalah sebuah tradisi kebiasaan yang memuat keselamatan bagi peserta khitanan. Apalagi, di belakang masjid ini ada makam Bupati Kudus pertama. Dengan demikian dengan restu pak Bupati, pak kyai, kita semua diberikan kesehatan, keselamatan,” lanjutnya.

Adanya kegiatan tersebut mendapatkan apresiasi oleh Bupati Kudus HM Tamzil. Terlebih ada sebanya 150 peserta yang ikut dalam khitanan massal ini. Menurutnya, dalam memperingatai hari Maulid Nabi ini harus bersyukur. Sehingga sebagai umat manusia mendapatkan bimbingan ke jalan yang benar.

Secara simbolis mewakili peserta khitan massal, beberapa anak peserta khitan massal diberi bingkisan oleh Bupati Kudus HM Tamzil (Foto : Aik)

Ia berharap dengan adanya kegiatan ini, para anak-anak mendapatkan berkah. Kedepan menjadi anak-anak yang soleh. Sekaligus anak-anak yang memiliki masa depan yang baik dan cerah.

“Nabi Muhammad SAW telah mengubah masa jahiliyah. Pada hari ini setiap saat kita bersholawat kepada Nabi Muhammad. Tentunya berharap mendapatkan syafaat dan mendapatkan bimbingan ke jalan yang benar,” jelasnya. (J02/A01)

Komentar