Ketua DPRD Kudus Temukan Tumpukan Pupuk Bersubsidi di Distributor

Uncategorized188 Dilihat
TERCEGAT. Tasan (hem dan celana jins) langsung meletakkan helmnya di atas tumpukan pupuk dan tidak jadi keluar gudang setelah ada inspeksi mendadak dari rombongan yang dipimpin Masan, Ketua DPRD Kudus. 

JurnalPantura.com,- Mejobo,- Paska keluhan masyarakat pertanian terkait menipisnya stok pupuk bersubsidi terutama jenis SP36 di penyalur di tingkat desa, Ketua DPRD Kudus, Masan SE MM  bersama Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kudus, Catur Sulistiyanto S.Sos MM dan Aiptu Dwi Susanto, Kanit Ekonomi Satintelkam Polres Kudus melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang distributor di Desa Loram Wetan kecamatan Jati milik CV Fortuna, Jumat (03/11) siang.

Kedatangan rombongan ini mengagetkan pemilik gudang, Tasan. Dia sedang bersiap meninggalkan tempat sambil memegang helm full face.
“ Selamat datang bapak-bapak. Kok mendadak sekali ,” ucap Tasan setelah buru-buru meletakkan helm diatas tumpukan pupuk begitu melihat tiga mobil plat merah parkir di depan pintu gudangnya.
Masan yang memimpin rombongan didampingi Ilwani, Wakil Ketua DPRD, langsung mengajak rombongan untuk memeriksa gudang guna melihat persediaan pupuk SP36 yang dikeluhkan keberadaannya oleh para petani di wilayah Kecamatan Undaan.
“ Ini ada banyak pupuk SP36 bersubsidi gini. Kok bisa petani di kecamatan saya Undaan sambat kekurangan SP36 ,” tegas Masan sambil berdiri di tumpukan pupuk SP36 sambil melihat proses pengangkutan ke atas truk.
“ Ini sedang proses untuk pengiriman satu truk SP36, NPK dan ZA bersubsidi ke Undaan Tengah pak ketua ,” jawab Tasan sambil terbata-bata.
“ Saya minta ini segera dikirim supaya petani tidak khawatir lagi dengan keberadaan pupuk SP36 ,” tukas Masan serius.
TUMPUKAN. Masan (berdiri diatas tumpukan pupuk SP36 bersubsidi), Catur Sulistiyanto dan Dwi Susanto saat melakukan sidak ke gudang distributor pupuk bersubsidi milik CV Fortuna di Desa Loram Wetan.
Masan menambahkan, semestinya di wilayah Kudus tidak terjadi gejolak terkait pupuk. Sebab berdasarkan RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan kelompok) milik Dinas Pertanian dan Pangan sudah dilebihi dari kebutuhan sesuai lahan pertanian.
“ Kalau ditemukan penyimpangan, nanti biar diproses oleh pihak Polres Kudus ,” imbuhnya.
Rombongan kemudian menuju ke penyalur pupuk di desa Wates Kecamatan Undaan. Pada toko UD Santoso Widodo (SW), rombongan hanya melihat tumpukan stok pupuk urea bersubsidi di gudang milik Solikun.
GOBYOS. Rombongan sidak meminta agar distributor (Tasan) mengirimkan pupuk bersubsidi sesuai jadwal dan RDKK pada penyalur untuk dijual ke petani.
“ Untuk pupuk SP36 atau NPK bersubsidi lama tidak dikirimi dari Distributor. Padahal kami sudah minta pada musim tanam kemarin. Yang dikirim hanya Urea dan ZA. Pupuk ZA bersubsidi hanya satu ton, jadi satu hari langsung habis. Saya sampai sungkan dengan para petani yang masih tetangga sendiri kalau datang kesini mau beli pupuk bersubsidi. Tapi bagaimana lagi memang kita baru hanya dikirimi yang ada ini ,” kata Solikun sambil menunjukkan tumpukan pupuk urea bersubsidi.

“ Tadi kita sudah dari pihak Distributor, saya minta mereka segera mendistribusikan pupuk bersubsidi yang dibutuhkan petani ,” tukas Masan. (J09)

Komentar