Kembangkan Sayap Sampai Sragen, FPM Bertekad Bantu Pemerintah Entaskan Kemiskinan

Ekonomi, Event319 Dilihat

Jurnal Pantura, Sragen –  Kemandirian masyarakat dalam menjawab masalah masalah kebutuhan hidup dinilai sangat penting dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Terbentuknya ormas Federasi Pekerja Mandiri (FPM) diharapkan bisa membantu pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan ekonomi  dan membantu pengentasan kemiskinan.

”Kami akan bergerak sampai ke pelosok desa, kami akan mendata kegiatan masyarakat baik di bidang pertanian, peternakan, usaha kecil dan sebagainya,” kata Ketua DPC FPM Kabupaten Sragen Joko Siswanto, Senin 14/05/2018.

Usai pelantikan Pengurus DPC FPM Kabupaten Sragen di Pendopo Sumonegoro, Joko menyampaikan, sebanyak 52 orang dari berbagai bidang profesi, ada dosen, ada guru, pengusaha, petani, kaum devabel, ada wirausahawan telah dilantik oleh Ketua DPD FPM Jawa Tengah.

 Setelah ini mereka bakal bergerak untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Joko, Federasi ini akan membantu pekerja seperti UKM, ojek dan sebagainya di kabupaten Sragen. Saat ini jumlah pengurus di Sragen baru 52.

 Namun, selain anggota yang tidak jadi pengurus juga banyak sehingga akan didata kembali setelah pelantikan.

”Sudah banyak yang kontak saya yang siap menjadi anggota,” ujarnya.

Sementara itu Wakil ketua DPP FPM Pusat, Edi Suwandi, SH, menyampaikan, pihaknya menghimpun pekerja non formal, seperti petani, peternak, nelayan dan pedagang kecil. Dia menegaskan, FPM merupakan organisasi non politik. Hanya saja mendukung dan bersinergi dengan pemerintah.

“Organisasi ini membantu pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan. Intinya kita mendukung pemerintah untuk membantu masyarakat. Kita berharap DPC FPM kabupaten Sragen ini dapat segera bekerja dan memiliki arti bagi masyarakat,” papar Edi.

Pada sesi lain, Mey Sulistyoningsih ketua Umum DPW Jawa Tengah dalam sambutanya menyampaikan, “Federasi Pekerja Mandiri harus melek tehnologi, dizaman yang serba digital ini tdk ada alasan bagi para wirausahawan untuk aktiv berbisnis, pola zaman dulu masih terpancang pada modal dan harus punya kios atau toko kalau mau ber bisnis, sementara zaman sekarang ini, bisnis tidak harus punya modal besar, karena memasarkan produk nya orang lain pun bisa, dengan menggunakan tehnologi bisa memasarkan produk hanya menggunkan hp atau intenet” paparnya.

” Contoh kemandirian itu sudah di buktikan oleh Federasi Pekerja Mandiri DPW Jawa tengah, kita punya kandang ayam dengan model close house, kandang tanpa bau, hanya dalam waktu 2 bulan modal bisa terkumpul 2 milyar, pertengahn puasa sudah chik in 40.000 ekor, kandang ke 2 bulan Agustus kita buat lagi” terang Mey.

Selain itu , kita juga memiliki usaha berjamaah lain nya, yakni usaha cafe..sehingga kalau kita kumpul kumpul sudah tidak usah menyewa lagi,
Selain itu bila di sragen ini ada yang ahli ternak sapi, segera sampaikan ke DPW FPM, akan kita carikan investor” tambahnya. (Mad/A01)

Komentar