Kebersamaan Bupati Kudus Bersama Wakil Bupati Buka Program TMMD Sengkuyung Di Desa Jepang

TNI107 Dilihat

Jurnalpantura.id, Kudus – Bupati Kudus H.M Tamzil MT hadir sebagai inspektur Upacara dalam Pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap III Ta. 2018 Kodim Kudus, yang dibuka pada hari Senin, 15/10/2018 Pukul 10.30 WIB bertempat dilapangan Desa Jepang Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus dengan Komandan Upacara Kapten Inf Sukaryono Danramil Mejobo

Kapten Inf Sukaryono Danramil Mejobo sebagai Komandan Upacara Pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap III tahun 2018 di lapangan Desa Jepang Kecamatan Mejobo (Foto : istimewa)

Upacara pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap III Ta. 2018 Kodim 0722/Kudus kali ini bertema “TNI Manunggal Rakyat Dalam Mewujudkan Desa yang Maju, Sejahtera dan Demokratis”

Acara diawali dengan Laporan dari Perwira Upacara, pemeriksaan pasukan, penyerahan alat kerja, pembacaan amanat dan pemukulan kentongan sebagai tanda dibukanya kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2018 di wilayah Kabupaten Kudus.

Bupati kudus selaku Inspektur Upacara membacakan Amanat Gubernur Jawa Tengah (Foto : istimewa)

Pada kesempatan tersebut Pasi Ter Kodim 0722/Kudus Kapten Inf Subekhi melaporkan kegiatan TMMD kepada Bupati Kudus menyampaikan sasaran fisik dari kegiatan TMMD di Desa Jepang Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus adalah pembangunan betonisasi jalan penghubung antara desa sepanjang 527 m lebar 3 m dan dengan ketebalan 15 cm.

Adapun sasaran non fisik meliputi penyuluhan KB Kes, penyuluhan Radikalisme dan Terorisme, penyuluhan wasbang bela negara, penyuluhan narkotika, penyuluhan kambtibmas serta pembinaan mental dan keagamaan.

Inti sambutan dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang dibacakan inspektur upacara. “Hari ini secara serentak dimulai pelaksanaan TMMD Tahap III TA. 2018, hari ini semangat gotong royong semakin mantap terasa dan kentara pada gerak pembangunan desa. Sedaya sami sayuk guyub rukun saiyeg saekapraya bebarengan mbangun desa melalui TMMD, Melalui TMMD kita bersama merawat gotong royong, memacu kreativitas dan prakarsa masyarakat untuk membangun desa.

Kita ingin gotong royong sebagai saripati nilai-nilai ke Indonesiaan dan esensi kultur ketimuran dapat terus terjaga dengan baik. Karena di situlah inti dari kekuatan bangsa dalam menjaga persatuan pada kebhenikaan. Dari situ pulalah kita tangal silap-sikap individualistik dan egoistik, untuk merajut kembali kain kebersamaan dan respon sosial yang memajukan dan mensejahterakan, Kita ingin kemiskinan Jateng dapat terus di turunkan dari waktu ke waktu.

Memang 5 tahun terakhir ini kemiskinan selalu turun bahkan pada tahun 2018 pemerintah Provinsi Jateng mencapai kinerja tertinggi dalam penurunan kemiskinan yaitu dari 13,01 % di tahun 2017 menjadi 11,32 % di tahun 2018. Namun demikian angkanya belum terlalu signifikan karena itu TMMD kita dorong menjadi salah satu cara mendukung kemiskinan di Jateng.

Pada prinsipnya saya senang TMMD terus konsisten pada program-program pemberdayaan ekonomi rumah tangga. Bagaimana TMMD melakukan pembinaan usaha ekonomi kekayaan agar maju dan berdaya saing, serta senantiasa mendorong pemanfaatan tanah pekarangan untuk kemandirian pangan, Ayo kita sengkuyung program pembangunan yang mensejahterakan masyarkat desa. Bangun desa dengan tanpa pernah meninggalkan kearifan lokalnya.” (J02/A01)

Komentar