Kades Loram Kulon Sambat Biaya Bangun Jembatan

Uncategorized164 Dilihat
PERIKSA. Ahmad Yusuf Roni bersama M Syafii dan Sunarto saat melihat kondisi jembatan dan sungai kali Gondang di desa Loram Kulon kecamatan Jati.

JurnalPantura.com, Kudus,- Prihatin kondisi alur sungai yang tersendat akibat jembatan tua kali Gondang yang melintas di desanya, Muhammad Syafii, Kepala Desa Loram Kulon Kecamatan Jati melapor ke komisi C DPRD Kabupaten Kudus. Menerima keluhan tersebut, Ahmad Yusuf  Roni, Ketua Komisi C bersama Sunarto, anggota DPRD dari Kecamatan Jati langsung mendatangi jembatan kali Gondang, kamis (26/10) siang ini.
Muhammad Syafii menjelaskan bahwa jembatan kali Gondang selain berumur sudah cukup tua juga menghambat laju aliran sungai karena terjadi pendangkalan.
“ Sungai ini lebarnya 6 meter dan kedalaman lebih dari dua meter. Tapi sekarang terjadi pendangkalan karena adanya endapan dan perilaku masyarakat buang sampah ke sungai ,” ucap Syafii saat mendampingi inspeksi Komisi C melihat jembatan kali Gondang.
Kepala Desa muda itu mengungkapkan bahwa awalnya pihak desa berusaha mengalokasikan anggaran desa sebesar Rp 200 juta. Namun angka tersebut tidak mampu untuk membangun jembatan dengan hasil berkualitas baik. Diperkirakan renovasi jembatan dengan kondisi baik menelan biaya sekitar Rp 400 jutaan.
“ Karena itu, kami langsung sambat ke Komisi C DPRD Kudus. Alhamdulilah pak ketuanya langsung merespon ,” tukasnya.
Ahmad Yusuf Roni bersama Sunarto yang datang melihat kondisi jembatan kali Gondang mengaku cukup prihatin dengan kondisi jembatan dan aliran sungai yang tertutup sampah pepohonan dan rumah tangga. Oleh karena itu, sebagai solusi jangka pendek diminta pada Kepala Desa untuk mengerahkan warga guna bekerja bakti membersihkan saluran sungai. Sehingga apabila terjadi hujan deras, warga sekitar dusun Kauman tidak kebanjiran gara-gara aliran air terhambat.
“ Saya sudah menghubungi dinas PKPLH untuk membantu siapkan truk dan membawa ke TPA hasil kerja bakti warga hari minggu besok. Pak Kades segera kirimkan surat pengajuan bantuan truk yaa ke dinasnya. Kalau secepatnya bersih, apabila sewaktu-waktu turun hujan deras warga sini sudah aman ,” kata Yusuf Roni usai menelepon Kepala Dinas PKPLH Kudus.
Politisi muda PDIP ini menambahkan akan berupaya untuk mendapatkan dana Bankeu (Bantuan Keuangan) untuk pembangunan jembatan kali Gondang. Sebab program pembangunan jembatan belum masuk dalam APBD 2018 karena sudah selesai dibahas beberapa waktu lalu. Cara lainnya adalah akan memasukan dalam perubahan APBD 2018 mendatang.
“ Setelah melihat kondisi jembatan ini, perkiraaan anggaran antara Rp 400 sampai 500 juta. Kalau cuman 200 yang pagar pinggirnya dari besi biasa. Tentu akan membahayakan keselamatan warga dan pengguna jalan ,”  tukasnya.
Sunarto disamping Yusuf Roni, menambahkan bahwa keberadaan sungai juga memberikan manfaat untuk para petani di desa Loram Kulon. Sebab dimanfaatkan untuk pengairan irigasi pertanian.

“ Dengan renovasi jembatan dan pengerukan ulang, diharapkan aliran sungai menjadi lancar sehingga pengairan ke areal pertanian baik. Selain itu, dengan tidak terhambatnya alira air, warga juga tidak khawatir kebanjiran saat terjadi hujan deras. Sebab bulan desember mendatang sudah memasuki musim penghujan ,” imbuh Sunarto. (J09)

Komentar