Jalur Jawa Tengah Dengan Jawa Timur Terputusnya, Akibat Banjir Di Wonogiri

Bencana Alam191 Dilihat

JURNALPANTURA.COM, Wonogiri –  Akibat luapan banjir di kilometer 25 yang menyebabkan terputusnya jalur perbatasan Jatim dengan Jawa Timur.
Kapolres Wonogiri AKBP Mohammad Tora, SH, SIK pada Selasa 28/11/2017, Menurunkan jajaran satlantas pimpinan Kasatlantas Akp Dani Permana Putra, melakukan penyetopan semua kendaraan wonogiri-pacitan lewat Nguntoronadi. Untuk selanjutnya, diarahkan agar melewati ruas jalan Wonogiri-pracimantoro.

Pengalihan arus antarprovinsi ini, dilakukan karena ruas jalan raya Wonogiri (jateng)-pacitan (jatim), terputus total. Pemicunya, karena Tenggelam oleh luapan banjir di kilometer 25, tepatnya di dusun Karangturi, desa bulurejo, kecamatan nguntoronadi, kabupaten wonogiri. Kasubag humas polres wonogiri Akp Hariyanto, dan Paur Humas Polres Wonogiri Aipda iwan Sumarsono menyatakan, penyetopan kendaraan yang mengarah ke pacitan, Dilakukan di simpang tiga barat jembatan juranggempal wonogiri kota. Untuk selanjutnya, kendaraan disarankan agar berputar melewati Wuryantoro eromoko-pracimantoro-giribelah-donorojo (pacitan).

Termasuk kendaraan yang datang dari arah ponorogo, distop di pertigaan Kota ngadirojo,  untuk tidak melewati nguntoronadi, tapi juga harus Melewati wonogiri-pracimantoro. Pengalihan arus juga berlaku bagi semua kendaraan yang akan menuju ke Kecamatan tirtomoyo, karena berada dalam satu ruas di jalur Nguntoronadi. Pemberlakuan larangan kendaraan melewati karangturi, Bulurejo, nguntoronadi, wonogiri, ini karena badan jalan di lokasi Tersebut terendam luapan air banjir kali wiroko, yang ketinggiannya Mencapai 1,5 sampai 2 meter.

Demikian halnya untuk semua kendaraan yang datang dari arah pacitan Menuju wonogiri, juga tidak diizinkan untuk melewati ruas jalan Karangturi, nguntoronadi. Larangan lewat ini, bersifat darurat, demi Pertimbangan keselamatan. Sebab, sangat berbahaya manakala ada Kendaraan yang nekat melewatinya. Kendaraan akan diizinkan Melewatinya, manakala banjir kali wiroko telah surut.

Bersamaan itu, Kapolres AKBP Mohammad Tora memberlakukan status siaga Satu untuk menyikapi bencana alam banjir dan tanah longsor di Kabupaten wonogiri. Pasukan dalmas polres wonogiri, diperbantukan ke Sejumlah lokasi banjir, untuk membantu aparat polsek dalam melakukan Evakuasi warga yang kebanjiran. Bersama para personel sar wonogiri, kapolres turun langsung ke lokasi Bencana, untuk membantu melakukan evakuasi warga yang terjebak banjir.

Data bencana banjir dan longsor yang dikeluarkan oleh markas sar Kabupaten wonogiri, terus mengalami perkembangan. Kabid operasi SAR Wonogiri, Wisnu, semula menyebutkan ada 9 kecamatan di kabupaten Wonogiri yang dilanda banjir dan tanah longsor. Selasa sore, 28/11/2017.

Jumlahnya bertambah menjadi 12 kecamatan. Laporan menyusul, selasa petang 28/11/2017.Menyebutkan ada tambahan 3 Kecamatan lagi, yakni di kecamatan wuryantoro, jatiroto dan batuwarno.

Kepala desa (kades) pulutan kulon, sulistyo wibowo, menyatakan, banjir Melanda di dusun putuk desa pulutan kulon, kecamatan wuryantoro. Menggenangi puluhan hektare (ha) tanaman pangan petani dan memutuskan Hubunagn darat antarkecamatan wuryantoro-manyaran lewat desa Pijiharjo.

Dari kecamatan batuwarno, wonogiri, semalam dilaporkan terjadi bencana Tanah longsor yang merusak rumah rakimin (55) dengan jumlah anggota keluarga 6 jiwa di dusun Jliru rt 2/rw 14 desa tegiri. Di kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri, banjir menggenangi kompleks gedung smk 1 Jatiroto.(J02)

Komentar