Hanya Dengan Modal Nekat, Kastono Sukses Panen Sayur Gambas

Pertanian295 Dilihat

JURNALPANTURA.COM, Kudus – Memulai usaha baru tidak selalu harus menjual barang-barang yang wah dengan modal yang besar. Menanam gambas pun bisa menghasilkan uang yang cukup besar untuk ukuran seoraang petani.

Rahasia itu dikisahkan Kastono, Sekretaris kelompok Tani  Wergu Kulon (Sido Dadi), ketika melakukan kegiatan Berkebun sayur, di kawasan tanah pertanian milik kelurahan Wergu Kulon sebelah selatan GOR Kudus, beberapa pekan lalu. Kegiatan ini diikuti sejumlah keluarga, anak-anak, para petani dilingkungan kelompok tani Sido Dadi.

Memulai usaha pertanian pada skala kecil, ujar Tono, bisa dilakukan dengan menanam sayuran gambas pada lahan 2000 meter persegi.Tanaman ini bisa dipanen dalam waktu 45 hari. Pemiliknya cukup mengalokasikan waktu sekitar dua jam per hari untuk perawatan.

“Berdasarkan pengalaman yang saya selama ini, tanaman gambas itu bisa dipanen secara bergiliran dan atau setiap hari. Dengan begitu, produksinya bisa berkelanjutan dan pendapatan yang bisa diperoleh sekitar Rp 5 juta per bulan,” ujar Kastono yang juga seorang peternak sapi musiman di kandang sapi dekat rumahnya.
Dia terbuka untuk sekedar berbagi pengalaman dalam bertani agar bisa bermanffat bagi masyarakat yang membutuhkannya.

Tidak hanya tanaman gambas, usaha pertanian lain yang bisa menguntungkan antara lain tanaman kacang panjang, kedelai, jagung, dan mentimun. Untuk setiap jenis tanaman tersebut terdapat analisa usahanya sendiri-sendiri menurut versi dia.

Soal pemasaran, kata Amal, tidak perlu dikhawatirkan karena bisa dijual secara langsung kepada para pedagang karena memang kebutuhan masyarakaat nya juga relatif besar.
“Dengan menjual gambas Rp 5000 per kg, penjual sudah mendapatkan keuntungan, sebaliknya pembeli/pedagang pun sudah membeli dengan harga murah.

Selama ini harga sayuran mahal harganya karena setidaknya ada delapan rantai distribusi,” ujar Kastono.
Lalu bagaimana mendapatkan lahan untuk memulai usaha pertanian? Relatif gampang karena di kawasan Wergu Kulon tersebut  masih luas untuk area yang bisa ditanami.

Seperti yang dilakukan Kastono, cukup sewa lahan bengkok desa wergu Kulon, dia sudah bisa menanam berbagai jenis sayuran di lahan sekitar empat ribu.(Taufiq/J02)

Komentar