Gubernur Jateng Lantik Tiga Bupati Dan Wakil Bupati Serta Satu Walikota

Peristiwa147 Dilihat

Jurnalpantura.id, Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melantik Pasangan terpilih Bupati dan Wakil Bupati Kudus Muhammad Tamzil dan M Hartopo hasil Pilkada serentak 27 Juni 2018 lalu, sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kudus periode 2018-2023 . Pelantikan berlangsung di Gedung Grahadika Bhakti Praja Provinsi Jawa Tengah. Senin, 24/09/2018.

Gubernur Jawa Tengah juga secara bersamaan melantik tiga Kepala Daerah lainya yaitu, Muhammad Al khadziq dan Heri Ibnu Wibowo Bupati dan Wakil Bupati Temanggung, Achmad Husein dan Sadewo Tri Laksono Bupati dan Wakil Bupati Banyumas, serta Nur Sholeh Walikota Tegal.

Dalam sambutannya Beliau menyampaikan, Pelantikan secara serentak terhadap tiga pasangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Hasil Pilkada Serentak 2018 merupakan kelanjutan dari Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Hasil Pilkada Serentak oleh Presiden di Istana Negara.
Khusus untuk Kota Tegal melantik Wakil Walikota untuk melanjutkan sisa jabatan 2014-2019.

Para Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota menandatangani Pakta Integritas dihadapan Gubernur Jawa Tengah (Foto : Aik)

Lanjutnya, Beliau selaku pribadi serta atas nama Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah mengucapkan selamat kepada tiga pasangan Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota Tegal yang dilantik pada hari ini. Serta mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada segenap jajaran KPU dan Bawaslu Pusat sampai Daerah, Aparat Keamanan khususnya Polri dan TNI, Kementerian Dalam Negeri, Mahkamah Konsitusi, jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, Partai-Partai Politik, dan semua pihak terkait, yang telah bahu-membahu menyukseskan seluruh tahapan Pilkada Serentak di Jawa Tengah secara aman, damai, dan demokratis.

Pasca-pelantikan ini, Beliau meminta kepada Kepala Daerah dan wakil Kepala Daerah yang baru saja dilantik untuk langsung bekerja guna mewujudkan janji-janji kampanye serta melaksanakan tugas dan tanggung jawab lainnya. Untuk itu diperlukan kerjasama antara eksekutif serta political will dan dukungan yang kuat dari Dewan Perwakilan Daerah setempat.

Demikian pula dalam pelaksanaannya, DPRD sebagai pemegang fungsi pengawasan bersama-sama masyarakat dan Aparat Pengawas Internal Pemerintah, harus mengawal realisasi anggaran agar efektif, efisien, transparan dan akuntabel. Dengan demikian, setiap rupiah yang dibelanjakan pemerintah (government expenditure) dapat berperan optimal dalam memacu efek ganda bersama-sama dengan investasi swasta dan konsumsi individu, terutama untuk membuka lapangan kerja dan mendorong laju pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, Beliau juga berpesan agar dalam penyusunan RPJMD senantiasa memperhatikan konsep SMART Planning, yaitu perencanaan pembangunan yang jelas, terukur, menantang, realistis, dan terpola waktu pencapaiannya. Kajian Lingkungan Hidup Strategis sebagai dasar juga harus disusun secara matang, dan senantiasa mengedepankan konsep pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan.
Di sisi lain, sejalan dengan semangat Nawa Cita, poin berikutnya yang ingin Beliau tekankan adalah terkait dengan kebijakan Pemerintah Pusat dalam membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa. Hal tersebut mutlak membutuhkan sinergi derajat tinggi dengan segenap unsur Penyelenggara Pemerintahan Daerah, baik Daerah Provinsi, Kabupaten, Kota hingga ke tingkat desa.

Salah satu yang membutuhkan sinergi kita bersama yaitu alokasi dana desa, baik yang bersumber dari APBN maupun APBD Provinsi agar diawasi dan dioptimalkan penggunaannya, sehingga benar-benar tepat sasaran untuk menghadirkan kemajuan infrastruktur dan perekonomian desa.

Ditambahkannya, dalam rangka mewujudkan kehadiran negara yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota juga didorong untuk terus meningkatkan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM), baik peningkatan akses dan mutu pendidikan, kesehatan, serta daya beli masyarakat.

Beliau mengajak Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota untuk bersatu-padu, saling memotivasi dan saling menginspirasi guna meningkatkan capaian Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Daerah masing-masing.

Ganjar Pranowo Berikan arahan kepada para Bupati dan Wakil Bupati yang dilantik hari ini (Foto : Aik)

“Untuk itu, Bupati dan Walikota harus tampil memimpin perubahan dengan langkah-langkah perbaikan secara konkrit, sehingga daerah masing-masing mendapatkan penilaian sebagai daerah yang berkinerja tinggi dan akuntabel”, tegasnya.

Terakhir, Ganjar Pranowo juga meminta kepada para Bupati/Walikota untuk bersama-sama membangun sinergi dan keterpaduan dengan Pemerintah Provinsi dalam menyukseskan serta melaksanakan pembangunan proyek-proyek infrastuktur strategis Provinsi dan Nasional.

Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah saat menghadiri pelantikan bupati dan wakil bupati tiga kabupaten dan satu Walikota (Foto : Aik)

Hadir dalam pelantikan tersebut Ketua dan anggota DPRD Provinsi Jateng, Pandam Diponegoro, Jajaran Forkopimda 4 Kabupaten/Kota, Ketua DPRD Kabupaten/Kota, SKPD serta para undangan penting lainnya.(J02/A01)

Komentar