Dinas Pertanian Dan Pangan Pastikan Hasil Olahan RPH Kudus Lebih Terjamin Dan Aman

Ekonomi225 Dilihat

Jurnalpantura.Com, Kudus – Beredarnya informasi adanya hati sapi dan kerbau yang mengandung cacing pita di pasaran, Masyarakat diharapkan lebih berhati-hati dan teliti saat berkeinginan mengkonsumsi terhadap daging dan hati yang dijual. Himbauan ini disampaikan oleh Kepala UPT RPH (Rumah Pemotongan Hewan) dan Puskeswan Gebog, Sudibyo.

Sebagai upaya untuk menjaga kualitas bahan pangan yang dikonsumsi oleh warga saat ramadan dan hari raya idul fitri.

“ Cacing hati pada dasarnya adalah sejenis cacing pipih yang hidup dan berhabitat di dalam sistem hati dan empedu hewan mamah biak herbivora, termasuk sapi, kambing, unta bahkan kerbau”. Katanya.

Cacing hati ini masuk ke dalam kerbau atau sapi melalui makanan yang mereka makan, yakni dedaunan yang hidup dari area berair . Biasanya di area berair ini muncul banyak larva cacing hati yang juga dikenal dengan nama serkaria.
“Larva yang tertelan sapi ketika mereka memakan dedaunan inilah yang kemudian menginfeksi hati sapi,” ujarnya.

Keberadaan cacing hati pada kerbau atau sapi bisa menyebabkan sapi mengalami beberapa penurunan kondisi kesehatan, seperti penurunan berat badan, masalah pencernaan seperti diare dan kerapnya sapi mengalami muntah dan kembung. Sapi sendiri kehilangan selera makan dan mengalami keluhan fisik seperti tampak layu dan kuyu. Kadang sapi terlihat bermata cekung dan telinga yang turun terkulai.

“ Lebih baik apabila masyarakat membeli hati atau daging baik sapi dan kerbau hasil penyembelihan dari RPH Kudus. Sebab kita melakukan pemeriksaan sebelum dan sesudah dilakukan penyembelihan. Kalau ditemukan hati yang mengandung cacing mita, maka langsung kita musnahkan dengan cara dibakar. Tidak boleh diedarkan ke pasaran ,” tegas Sudibyo.

Menurut Sudibyo, biasanya cacing hati rawan hidup di bagian hati, seperti cacing pita. Sementara bagian paru-paru hidup cacing hermonpos kontartus. Ciri sapi yang mengandung cacing antara lain jika dibelah pada bagian hati sapi terlihat mengeras dan hitam, saat hidup sapi memiliki badan yang kurus. Meskipun makannya banyak, namun badan sapi tidak gemuk, bulu sapi rontok kusam, pada bagian mata terus meler seperti menangis, sering diare, kotorannya lembek bahkan didalam kotoran sering terdapat cacing.

“ Kemungkinan ada sapi dan kerbau serta kambing yang cacingan. Soalnya iklim kita kan basah, sehingga cacing mudah hidup. Biasanya hewan-hewan itu terkena karena diangon saat pagi atau rumput-rumput yang dimakan kondisinya masih banyak oleh embun,” terangnya.

Himbauan ini pun diberikan oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kudus ini karena pada bulan ramadan dan idul fitri ada oknum-oknum pedagang yang nekad menjual untuk meraih keuntungan pribadi tanpa memikirkan dampak pada konsumen.

Dijelaskan, hati dan daging yang mengandung cacing pita berbahaya untuk dikonsumsi. Parasit internal itu bisa menyebabkan keguguran saat hamil, anak yang dilahirkan bisa berpenyakit hydrochepalus, sperma mati (mandul) hingga dampak berikut menyebabkan kematian. Sebab serapa supan gizi yang minim pada tubuh.

“ Begini, mungkin saat membeli itu cacing bisa dibersihkan. Namun konsumen tidak mau membuang karena eman-eman sudah dibeli. Padahal didalam hati itu masih terdapat spora-spora telur cacing. Ini tidak akan mati meski dimasak dalam suhu 200 derajat. Cara memusnahkan ya memang dibuang, tidak dimasak. Kalau telur-telur cacing itu masih ke dalam perut, tentu malah akan menghabiskan banyak biaya untuk pengobatan. Lebih baik jangan dikonsumsi. Cacing itu bisa terdapat pada hati sapi, kerbau dan kambing ,” tukasnya.

Sudibyo memberikan tips untuk konsumen saat membeli daging atau hati. Yaitu memilih daging yang digantung, selain beratnya asli tidak tercampur air juga minim bakteri. Khusus hati jangan memilih bentuknya tidak normal ( ada benjolan-benjolan) dan warnanya pucat.
“ Orang berpuasa dan merayakan idul fitri kan biasanya makan yang lebih enak-enak dari biasanya. Nah, agar tetap bisa menikmati makanan enak tanpa ada dampaknya, maka kami menyampaikan himbauan tadi ,” tandasnya. (J02/A01)

Komentar