Dewan Akui Kudus Memiliki Gunung Sampah Tertinggi Di Jawa Tengah

- Jurnalis

Senin, 22 April 2024 - 14:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jurnalpantura.id, KUDUS – Masyarakat mengeluhkan sampah yang berada dirumahnya tidak diambil oleh petugas kebersihan hingga menggunung. Padahal, warga tersebut telah membayar iuran rutin untuk membayar perihal sampah rumah tangga tersebut.

Setelah ditelusuri, ternyata sampah yang berada di tempat pembuangan akhir (TPA) Tanjungrejo, Kabupaten Kudus telah sesak hingga menggunung menjadikan tempat tampungan tersebut sangat penuh akan sampah.

Salah satu alasan tidak dapat tertatanya TPA tersebut ialah karena alat berat yang digunakan seperti buldoser dan excavator untuk menata sampah masih dalam keadaan rusak tidak dapat digunakan.

Ketua komisi C DPRD Kudus, Rochim Sutopo mengakui bahwa gunung sampah tertinggi di Jawa Tengah adalah di Kabupaten Kudus. Pihaknya mengaku telah berkomunikasi dengan dinas terkait terkait permasalahan sampah yang ada di Kota Kretek ini.

“Secara teknis kami sudah rapat dengan Dinas PKPLH (perumahan kawasan pemukiman dan lingkungan hidup) Kabupaten Kudus, sudah sejak lama, tapi memang penanganan masih lambat. Dibanggar minta dianggarkan mesin produksi Sampah, tetapi masih butuh perjuangan untuk mewujudkannya,” jelasnya saat dihubungi melalui telefon pada Minggu (21/4/2024).

Baca Juga :  Pungli Parkir di Hari Jadi Kabupaten Kudus

Atas tanggapan tersebut, kepala DPKPLH Kudus, Abdul Halil menjelaskan penumpukan terjadi dari sebelum puasa hingga saat ini.

“Dari hasil pemantauan kami dilapangan, selain kondisi kendaraan berat yang rusak. kondisinya semakin diperparah dengan banyaknya kegiatan perayaan besar seperti dandangan, festival lebaran dan berbagai faktor lainnya yang menjadikan penumpukan sampah tidak dapat dikendalikan,” paparnya saat meninjau TPA Tanjungrejo Kudus pada Selasa (22/4/2024).

Pihaknya mengaku saat ini telah memesan alat untuk memperbaiki alat berat yang rusak, namun hingga saat ini barang tersebut belum datang dan masih harus menunggu dalam pengiriman.

“Kami sebenarnya sudah memesan alat, tapikan barangnya jauh dan harus dikirim, karena berbagai kendala yang ada mengakibatkan masalah penumpukan sampah yang semakin besar dan terjadi antrian truk beberapa waktu lalu,” tandasnya. (J07/A01)

Berita Terkait

Hari Jadi ke-477 Kudus, Bupati Sam’ani Tekankan Kolaborasi dan Semangat Urup Nguripi
Bayi Ditemukan di Pasuruhan Kidul, Bupati Kudus: Anak Itu Amanah, Segera Bertanggung Jawab
Pemkab dan YM3SK Satukan Langkah, Hari Jadi Kudus Bakal Bergeser ke 23 Agustus
6 Ton Sampah Harian Dikelola Bank Sampah, Jati Kulon Tekan Pengiriman ke TPA Jadi Sekali Sepekan
Wabup Bellinda Usulkan Stand Up Comedy di Hari Jadi Kudus: Bupati dan Saya Siap Di-Roasting
Tanggal Hari Jadi Bergeser Jadi 23 Agustus, Pemkab Kudus Siapkan Perda Baru
Kenduren Hari Jadi Kudus Maju ke Agustus, Jadi Awal Rangkaian Perayaan ke-477
Satu Dekade Kelola Sampah, Desa Sidorekso Kudus Kini Mandiri Tanpa Kirim Residu ke TPA
Berita ini 195 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 14:32 WIB

Hari Jadi ke-477 Kudus, Bupati Sam’ani Tekankan Kolaborasi dan Semangat Urup Nguripi

Sabtu, 5 September 2026 - 15:34 WIB

Bayi Ditemukan di Pasuruhan Kidul, Bupati Kudus: Anak Itu Amanah, Segera Bertanggung Jawab

Minggu, 23 Agustus 2026 - 22:55 WIB

Pemkab dan YM3SK Satukan Langkah, Hari Jadi Kudus Bakal Bergeser ke 23 Agustus

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:00 WIB

6 Ton Sampah Harian Dikelola Bank Sampah, Jati Kulon Tekan Pengiriman ke TPA Jadi Sekali Sepekan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:54 WIB

Wabup Bellinda Usulkan Stand Up Comedy di Hari Jadi Kudus: Bupati dan Saya Siap Di-Roasting

Berita Terbaru