1.072 Peserta Dari Pelosok Indonesia Ikuti Audisi Umum Kudus

Olahraga170 Dilihat

Jurnalpantura.id, Kudus – Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 di GOR Djarum Jati, Kudus sudah dimulai , Selasa 04/09/2018 pagi tadi. Usai mengikuti upacara pembukaan, sebanyak 1072 peserta dari berbagai daerah langsung mengikuti tahapan pertama, yaitu tahap screening yang dipantau langsung oleh para tim pencari bakat.

Taruna Kusuma Atmadja dan Maulana Alfariski, keduanya merupakan peserta yang berasal dari ujung provinsi di Indonesia, Nanggroe Aceh Darussalam dan Papua. Kedua atlit Bulutangkis muda kategori usia U-13 harus bersaing dengan ribuan peserta lainya.

Pada Audisi Umum kota terakhir tahun ini, dinilai salah satu tim pencari bakat, Christian Hadinata, sudah banyak atlet-atlet yang mempunyai kemampuan cukup bagus. Hal itu terlihat ketika para peserta bertanding di tahap screening.

“Kita berharap banyak ditemukan bibit potensial di Audisi Umu kali ini. Khususnya sektor tunggal putra dan putri. Selain itu terlihat sejak tahap screening ini berbeda dari Kota-Kota sebelumnya, karena di sini saya lihat cukup banyak atlet yang sudah menunjukan teknik dasar yang baik. Hal itu membuat kami tidak kesulitan untuk memilih,” ungkap Christian.

Suasana tahap screening bagi peserta Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018

Tak hanya itu, Christian mengatakan jika hasil di Asian Games 2018 beberapa waktu lalu, dimana Indonesia sebagai tuan rumah yang sukses membawa dua medali emas, bisa dijadikan momentum untuk para peserta bisa lebih termotivasi lagi di Aduisi Umum kali ini.

“Harapannya tentu hasil Asian Games beberapa waktu lalu, bisa dijadikan momentum bagi para peserta agar lebih termotivasi lagi,” jelas Christian.

Audisi akan dilakukan dalam bentuk kompetisi dengan sistem gugur. Mereka yang lolos tahap screening kemudian melaju ke tahap turnamen yang digelar selama dua hari, Rabu dan kamis.

Peserta yang lolos pada tahap turnamen akan mendapatkan Super Tiket untuk melaju ke babak Final pada tanggal 07-09/09/2018. (J02/A01)

Komentar